Jumlah Kasus Corona Dunia Melebihi 900 Ribu, Terbanyak di AS, Italia dan Spanyol

0
250
Jumlah Kasus Corona Dunia Melebihi 900 Ribu

Reportasee.com – Jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di dunia kian hari terus menuju angka satu juta orang. Dikutip laman Worldometers, kini jumlah kasus positif Covid-19 sampai Kamis (02/04/2020) pukul 05.20 WIB mencapai 930,829 dan yang meninggal 46,785.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Amerika Serikat menjadi penyumbang pertama kasus positif virus corona di dunia dengan total jumlah 213,372 kasus. Italia dengan 110.574 pasien berada di posisi dua, kemudian diikuti Spanyol sebanyak 104.118 kasus.

Sedangkan Tiongkok awal mulanya lokasi munculnya corona kini berada di ranking empat dengan 82.361 kasus. Jerman mengikuti Negeri Panda dengan jumlah pasien covid-19 signifikan ialah 77.872 orang.

Meski jumlah kasus di bawah AS, tetapi angka kematian terbanyak di dunia akibat corona berada di Italia dengan 13.555 kasus.

Di bawahnya ada Spanyol dengan 9.387 orang meninggal dunia serta prancis 4.032 orang meninggal dunia.

Sedangkan kematian pasien corona di Tiongkok ada di posisi keempat dengan jumlah 3.193 orang.

Kematian Capai 46 Ribu

Total nyawa melayang akibat pandemi ini mencapai 46.413. Namun jumlah pasien yang telah sembuh dari penyakit ini lebih besar dari angka kematian akibat corona.

Tercatat dari data Johns Hopkins University, 193.031 orang telah pulih dari virus ini. Kasus positif yang telah sembuh terbanyak ada di Tiongkok dengan 76.405 orang, Spanyol yakni 22.647, dan Jerman yaitu 18.700 orang kemudian italia 16.847 orang dan iran 15.473 orang.

Beberapa negara juga merespons meningkatnya jumlah kasus positif corona dengan cara bervariasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tak sepakat dengan karantina wilayah hanya mengeluarkan peringatan agar masyarakat tak bepergian ke Negara Bagian New York, New Jersey, dan Connecticut.

Kerakan Polisi

Dilansir Reuters, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengerahkan 100 ribu polisi untuk menjalankan penutupan akses di negara tersebut.

Dan Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta pabrik masker untuk meningkatkan produksi dalam penanganan corona.

Empat perusahaan kemudian sepakat untuk memacu pembuatan pelindung wajah tersebut dari 3,3 juta menjadi 10 juta potong per pekan.

“Sebelumnya kami hanya percaya impor masker secara cepat dari belahan dunia lain,” kata Macron hari Selasa (31/3). ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here