Jenis Badai Baru Saturnus Bingungkan Astronom

0
425
Jenis Badai Baru Saturnus Bingungkan Astronom

Reportasee.comJenis badai baru yang muncul di Planet Saturnus telah membingungkan para astronom.

Fenomena itu terlihat tak seperti badai pada umumnya yakni jenis prahara yang dikenal secara teratur saat menyapu atmosfer planet tersebut.

Melansir dari Astronomy, Sabtu (26/10/2019), jenis badai baru tampak tenang seperti yang mereka lihat dalam tangkapan kamera.

Walau begitu, Saturnus bukan merupakan area yang damai. Di dalamnya terdapat gas emas yang melayang di sekitar permukaannya.

Tahun 2018 silam, para astronom telah mengabadikan empat jenis badai baru di Saturnus.

Masing-masing badai itu melewati satu sama lain hingga menciptakan sistem badai kompleks yang berlangsung lama.

Baca:   Para Astronom NASA Temukan Planet Baru

Para astronom dari Amerika Serikat, Prancis, Australia dan Spanyol mempresentasikan penelitian tersebut di Nature Astronomy, Selasa (22/10/2019).

Mereka menggunakan model komputer untuk memperkirakan adanya energi di balik fenomena tersebut dan membandingkannya dengan badai lain.

Mempelajari fenomena tersebut secara menyeluruh dapat membuat mereka paham tentang perilaku kompleks dari atmosfer Saturnus.

Jenis Badai Baru Saturnus

Para astronom melihat jenis badai baru kali pertama dalam foto yang diambil oleh beberapa astronom asing hingga menyebar ke publik.

Faktanya, badai pertama itu muncul pada bulan Maret 2018. Fenomena itu terlihat sebagai titik putih di dekat kutub utara Saturnus.

Baca:   ISS Dukung Penuh Eksplorasi Masa Depan

Kemudian, tiga bagai lainnya muncul pada bulan-bulan berikutnya.

Mereka memahami, keempat badai tersebut sangat jauh beda dengan beberapa badai yang terjadi sebelumnya, tepatnya di Planet Bumi.

Astronom dari Universitat Politecnica de Catalunya, Enrique Garcia Melendo mengatakan, badai tersebut memberitahu banyak orang tentang mekanisme pembentukan yang masih belum diketahui dari mana asalnya.

“Kemungkinan, badai itu terbentuk yang bergantung pada interaksi yang kurang begitu sempurna antara paparan sinar Matahari, uap air dan atmosfer yang berlapis-lapis,” tegasnya.

Baca:   Meteor Bukan Suatu Ancaman Bagi Bumi

Pengamatan Jenis Badai Baru

Para astronom melakukan pengamatan tentang badai tersebut dan dipadukan dengan fenomena yang terjadi pada tahun 1876.

Terbukti, badai Saturnus memiliki 2 ukuran utama yaitu badai kecil dan badai besar. Badai kecil dinilai tidak lebih dari seribu mil saat berotasi.

Sementara badai besar yang dikenal dengan sebutan Great White Sports berotasi sepuluh kali lebih besar.

Mereka belum sepenuhnya paham tentang bagaimana siklus berulang badai itu terjadi. Ini mungkin timbul lantaran panasnya atmosfer yang menerima sinar Matahari langsung.

Harapan mereka bergantung pada James Webb Space Telescope untuk mempelajari lebih dalam tentang badai tersebut yang hingga kini masih menjadi misteri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.