Jakarta Diyakini Akan Akhiri Polusi Udara

0
145
Jakarta Dikayini Akan Akhiri Polusi Udara
Foto : Jakarta

Jakarta diyakini akan segera mengakhiri polusi udara yang kian hari makin tercemar. Kota Metropolitan itu sejauh ini banyak dihuni oleh penduduk asing.

Melansir dari laman Kompas.Com, Senin (29/07/2019), kepadatan kendaraan yang hingga kini terjadi di Jakarta bukan merupakan pemandangan baru. Sebab Ibu Kota tersebut selalu dipadati dengan berbagai jenis kendaraan bermotor.

Dengan kondisi ini, warga sekitar tahu betul mana jalan protokol hingga alternatif sebagai rute yang harus dilalui.

Kondisi tersebut tak hanya ada di Kota itu. Namun sejumlah Kota lainnya juga mengalami hal serupa. Hal ini disebabkan bukan karena faktor alam, melainkan lingkungan yang diciptakan dari manusianya sendiri.

Terkuak, kendaraan bermotor menjadi penyebab utama yang mencermarkan polusi di daerah itu. Terbukti pada saat warga pulang kampung, tingkat polusi tersebut mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kurang lebih 17 Juta unit kendaraan bermotor yang telah menyumbang polusi udara.

“Selain motor, juga ada PLTU, pembakaran biomassa dan sampah, pembakaran industri, proses konstruksi, debu jalanan hingga rumah tangga yang menjadi penyebab buruknya udara,” tegasnya.

Gugatan Terhadap PN Jakarta Pusat

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mendapat sejumlah laporan dari beberapa warga sekitar terkait masalah tersebut. Mereka ingin menuntut hak demi merasakan udara sehat layaknya tempo dulu.

Tercatat, sudah ada 7 gugatan yang dilayangkan warga kepada Presiden RI, Menteri Dalam Negeri, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Menteri Kesehatan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Gubernur DKI Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi pengakuan, udara di Kota metropolitan itu sudah cukup bagus sejak beberapa bulan terakhir.

Evaluasi Udara

Berdasarkan data WHO tahun 2015-2016, udara di Ibu Kota tersebut cukup bagus karena jumlah kendaraan bermotor masih berada di skala kecil.

Evaluasi yang telah dilakukan Baswedan, sejauh ini masih belum berada di batas maksimal. Meski sebetulnya saat ini sudah ada Trans Jakarta sebagai kendaraan alternatif dalam menjalankan akvitias sehari-hari. “Paling tidak, hal tersebut merupakan opsi terbaik dalam mengurangi polusi udara,” tegas Baswedan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here