Ini Alasan Kenapa Gerai Giant di Jawa Barat Tutup

0
198
Gerai Giant di Jawa Barat Tutup
Foto : Giant Dept Store

BISNIS,- Sejumlah Gerai Giant di Jawa Barat mengalami kebangkrutan dan akan ditutup secara bersamaan pada tanggal 28 Juli 2019. Tepatnya gerai Giant yang terdapat di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Bangkrutnya gerai Giant menyisakan kisah pilu. Dimana ratusan orang karyawan terpaksa terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Seorang karyawan Giant yang terkena PHK, Wahono (50), sudah bekerja puluhan tahun di Giant. Bangkrutnya toko ritel Giant menimbulkan pertanyaan banyak orang.

Giant tutup dan bangkrut kenapa? Jelaslah karena Giant mengalami kerugian secara besar-besaran saat ini.

Sehingga untuk meminimalkan kerugian terpaksa beberapa cabang Giant terpaksa ditutup dan barangnya diobral besar-besaran sampai diskon 50 persen.

Hal ini menambah banyaknya toko ritel di tanah air yang bangkrut. Sebelumnya, Central Department Store di Neo Soho Mall menyatakan bangkrut dan tutup usahanya.

Ditambah lagi dengan Centro Departement Store di Plaza Semanggi Jakarta. Dan di Bulan Juni Giant yang berada di beberapa kota di Jawa Barat menyatakan bangkrut dan menutup usahanya.

Kenapa Gerai Giant Tutup dan Bangkrut

Lalu apa yang terjadi dengan semua ini? Hal ini tidak terlepas dari perubahan gaya belanja masyarakat sekarang yang berubah, dari gaya belanja secara offline menjadi gaya belanja online lewat ecommerce.

Akibatnya, beberapa toko ritel seperti Giant secara offline menjadi sepi pengunjung dan pembeli. Soalnya, biaya pengeluaran lebih besar ketimbang biaya pemasukan. Dan ini membuat toko ritel terpaksa ditutup.

Beberapa pakar menilai bangkrutnya toko ritel Giant disebabkan daya beli masyarakat yang rendah. Sehingga masyarakat jarang sekali berbelanja kecuali barang kebutuhan pokok.

Mereka lebih memilih untuk menahan uang mereka ketimbang membelanjakannya. Dan memilih membelanjakan uang pada hal yang penting seperti makan dan minum.

Jika dihitung hingga hari ini, PT Hero Supermarket TBK sudah menutup sebanyak 26 cabang Giant yang tersebar di Indonesia.

Tutupnya gerai Giant, khususnya di Jawa Barat, tak terlepas dari kebijakan manajemen perusahaan HERO untuk melakukan efisiensi. Dampaknya pada 532 orang karyawan terkena pemutusan hubungan kerja.

Karyawan Giant yang maish muda belia dan terkena PHK, akan disalurkan ke gerai milik HERO lainnya. Seperti gerai furniture IKEA, dan Guardian yang sedang kini berkembang pesat.

Sedangkan bagi karyawan Giant yang sudah berumur, terpaksa diberhentikan dengan diberi pesangon sebagai modal usaha.

Menteri Kordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menganggap bangkrutnya Giant sebagai hal yang biasa saja. Soalnya, sebelum Giant sejumlah perusahaan ritel telah bangkrut dan menutup usahanya.

Diantaranya seperti PT Lotus, PT Matahari Department Store, PT Ramayana Lestari Sentosa, dan 7 Eleven. Selain itu, persaingan bisnis ritel sangat ketat. Dengan adanya, Indomaret, Alfamart, Yomart dll yang sampai menembus ke pasar tertarget dan spesifik.

Dan berdasarkan pengamatan, itulah alasan atau sebab kenapa gerai Giant di Jawa Barat tutup dan bangkrut di tahun 2019. Mudah-mudahan kejadian ini tidak akan terus bertambah banyak. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here