HOAX dan Pandemic Covid-19

1
95

Tahun 2020 bagaikan tahun dengan penuh Fenomena, dimana awal tahun saja banyak hal yang terjadi disetiap pelosok negeri mulai dari banjir JABODETABEK dan di beberapa daerah di pulau Jawa, Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) bahkan baru ini WHO kembali mengumumkan adanya wabah Ebola baru di Repbublik Kongo.

Cepatnya informasi didapatkan karena semakin berkembangnya teknologi dimana sebuah kasus yang terjadi diluar saja dapat kita akses dan kita tahu hanya dalam hitungan menit bahkan detik.

Komunikasi tanpa batas ini berdampak positif bagi masyarakat luas dimana kecepatan informasi yang didapatkan, namun apakah ketepatan atau keakuratan informasi yang didapat merata didapatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Media sosial dewasa ini tidak lagi milik beberapa orang saja, saat ini media sosial dapat di akses oleh semua lapisan masyarakat.  Dengan syarat memiliki alat untuk mengaksesnya seperti alat komunikasi, listrik, sinyal yang memadai dan kuota internet / pulsa.

Kemudahan mengakses media baik itu mendapatkan atau menyebarkan suatu informasi malah menjadikan beberapa oknum memberikan berita palsu / hoax.

Sehingga ketepatan suatu informasi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, maraknya kasus hoax yang terjadi ditanah air dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat akan suatu informasi yang didapat. 

Maraknya hoax menjadikan masyarakat was-was akan berita yang didapat karena harus meyakinkan diri bahwa berita yang didapat sudah tepat dan benar adanya.

Disaat pandemic Covid-19, masih ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi untuk menyebarkan informasi palsu, yang sifatnya sara atau guna kepentingan tertentu dari pihak – pihak yang memiliki tujuan politis atau bisnis. 

Dimasa awal kasus Covid-19 masyarakat banyak menerima informasi yang malah membuat resah yang mengakibatkan panic buying, dan salah satu kasus yang cukup menyita perhatian publik adalah ada daerah tidak menerima pemakaman di daerahnya akibat dari informasi yang kurang edukasi dan terperinci tentang Covid 19.

Saran penulis untuk mengantisipasi simpang siurnya suatu informasi yang di dapat masyarakat terkait Covid-19, mengingat masih banyak masyarakat kita yang tidak dapat akses langsung ke sumber informasi, masih ada yang tidak suka membaca berita baik itu lewat TV, media sosial maupun surat kabar. 

Seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah di beberapa daerah strategis untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19 hingga ketingkat RT, ada baiknya cara ini lebih inten dilakukan dan menyeluruh ke setiap pelosok Nusantara. ***

Penulis: Alfin Santana, Mahasiswa UNY
Advertisement

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here