Hayabusa 2 Lakukan Pendaratan di Asteroid Ryugu

0
423
Hayabusa 2 Lakukan Pendaratan di Asteroid Ryugu
Hayabusa 2

Hayabusa 2 berhasil melakukan suatu pendaratan di ateroid Ryugu pada awal Juli 2019. Satelit asal Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) itu telah dua kali melakukan hal serupa.

Melansir dari lama TEMPO.CO, Rabu (31/07/2019), debut Hayabusa 2 di permukaan ateroid Ryugu terjadi pada bulan Februari lalu. Mereka berhasil mengorbit bulan, benda luar angkasa hingga Bumi.

Hayabusa 2 membuat pernyataan pada laman resminya, sejumlah kronologi pemberangkatan hingga proses pendaratan telah mereka pamerkan pada publik. Bisa dibilang bahwa peristiwa tersebut cukup beresiko besar lantaran kombinasi medan di sana sangat berbahaya.

Baca:   Blue Moon Lander Dijadikan Misi Luar Angkasa

Selain itu, pesawat ruang angkasa milik JAXA itu telah melakukan misi untuk mengorbit lebih dalam tentang Bumi. Yang mana sebelumnya, misi pertama hanya mengorbit sebagian kecil saja.

“Kekhawatiran untuk melakukan misi adalah tantangan tersendiri. Tak menampik kemungkinan hal itu bisa berdampak suatu perubahan,” seperti ditulis dalam laman resmi Hayabusa 2.

Eksperimen Hayabusa 2

Para ilmuwan Hayabusa 2 yakin dan optimis bahwa eksperimen yang dilakukan bisa menghasilkan data saintifik yang begitu nyata. Hal ini sungguh berbeda dengan misi sebelumnya. Saat ini, tim JAXA tengah melakukan riset terhadap bagian dalam asteroid Ryugu.

Baca:   LAPAN Fokuskan Indonesia Dalam Penguasaan Satelit

Mereka tahu bahwa hal tersebut sungguh sulit untuk dilakukan. Meski begitu, radiasi dalam permukaan asteroid itu akan segera diungkap.

Selama proses pendaratan, pesawat luar angkasa itu meletakkan penanda bersinar berwarna putih di atas permukaan asteroid Ryugu. Hal ini bertujuan untuk mendaratkan pesawat secara hati-hati di tempat yang paling aman.

Baca:   NASA Siap Terbangkan Wanita Pertama Ke Bulan

Publikasi Tim JAXA

Sejauh ini, tim JAXA itu telah mempublikasikan video pendaratan Hayabusa 2 di permukaan asteroid Ryugu. Sedangkan durasi video yang ditampilkan sudah dipercepat sebanyak 10 X untuk memudahkan para penonton.

Hal ini menandakan bahwa pendaratan yang mereka lakukan berjalan sesuai dengan rencana dan tanpa hambatan apa-apa.

Sementara proses perekaman video itu mereka melakukannya dengan monitor kamera (Cam-H) di badan satelit. Cam-H merupakan kamera ciptaan dari kolaborasi antara Universitas Sains Tokyo dan JAXA.

Rencananya, pesawat luar angkasa itu akan kembali ke Bumi antara bulan November dan Desember 2020. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here