32 C
Indonesia
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaJabarBandungGunung Puntang Bandung Jabar, Situs Sejarah Jaman Kolonial

Gunung Puntang Bandung Jabar, Situs Sejarah Jaman Kolonial

Reportasee.com – Gunung Puntang merupakan sebuah gunung cukup tinggi yang berada di wilayah selatan Kota Bandung.

Tepatnya, terletak di Kawasan gunung Malabar yang terkenal dengan ketinggian yang mengundang hasrat para pendaki pro untuk bisa menaklukkannya.

Situs-Situs yang Mengelilingi Gunung Puntang

Situs Bangunan Gunung Puntang

Jika anda berkesempatan berwisata ke gunung Puntang, maka yang pertama anda lihat adalah sebuah bangunan tua berkotak-kotak.

Bangunan yang sudah tampak sangat tua dan berlumut itu ternyata menyisakan sejarah peperangan.

Peristiwa yang terjadi antara para pribumi melawan penjajah kolonials Belanda.

Bagunan ini membentuk sebuah rumah atau gedung yang sebagian besar sudah hancur.

Bangunan terlihat hanya sedikit yang bisa kita lihat sebagai bekas sebuah ruangan atau kamar.

Selebihnya hanya menyisakan pondasi dasar gedung saja.

Penuh lumut dan tanaman basah menjadi pemandangan yang cukup asik.

Kita bisa untuk berpoto ria seolah kita berasa berada di kota tua yang sudah lama mati.

Konon katanya, situs bangunan Belanda ini dulunya merupakan rumah para petinggi Belanda dan keluarganya tinggal.

Di daerah ini mereka mengklaim tanah sebagai miliknya.

Para kolonial ini juga memperkerjakan penduduk pribumi untuk membuka lahan perkebunan.

Mereka pun dipaksa membangun taman untuk para noni Belanda bersenda gurau setiap senja.

Di area perumahan ini banyak para penduduk pribumi yang dijadikan budak untuk bekerja tanpa menerima bayaran.

Sebagian gadis kampung ada yang dijadikan Nyai-Nyai Belanda untuk menghibur para serdadu Belanda tersebut.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, para pahlawan yang menjadi komando perjuangan rakyat mampu membuka mata para penduduk.

Membakar semangat untuk segera sbangkit dari perbudakan dan melakukan perlawanan yang seharusnya sejak pertama mereka lakukan.

Hingga tumpah peperangan dan robohlah gedung-gedung yang menjadi tempat perumahan para tantara Belanda ini.

Akhirnya sekarang hanya tersisa sisa-sisa bangunan yang sekarang ini hanya menjadi saksi bisu atas perjuangan para pahlawan kita dahulu.

Radio Terbesar Se-Asia Tenggara, Radio Malabar

Selain berdirinya bangunan megah untuk berdiamnya para petinggi Belanda.

Ternyata di Kawasan gunung Puntang ini pun pernah berdiri sebuah stasiun radio.

Stasiun radio yang bernama radio Malabar yang konon pada jamannya adalah radio terbesar di Asia Tenggara.

Radio ini dapat memancarkan berita hingga ke negeri Belanda yang jaraknya mencapai lebih dari 12 ribu kilometer.  

Berfungsi sebagai alat komunikasi yang menjadi andalan para tantara Belanda.

Radio ini juga dapat menyampaikan informasi terkait keberadaan mereka di tanah Pertiwi.

Stasiun radio Malabar berdiri di sekitar tahun 1923.

Radio ini telah menggunakan pemancar asli buatan Jerman yaitu Telefunken yang memiliki daya hingga 3,5 megawatt.

Karena letaknya memang di atas ketinggian sekitar 1.200 meter, maka stasiun ini memang sangat strategis.

Dan fungsinya untuk mengirimkan segala macam komunikasi dan informasi.

Adalah seorang Belanda bernama dr De Groot yang telah mendirikan stasiun radio Malabar ini.

Radio Malabar ini mampu memancarkan sinyal radio hingga 2 kilometer, terbentang melewati Gunung Malabar sampai ke gunung Halimun.

Pemancar radio ini juga telah memiliki desain ketinggian hampir mencapai 500-meter dari dasar lembah.

Ada beberapa tokoh terkenal yang memiliki wewenang dalam menjalankan pemancar siaran radio Malabar ini.

Mereka adalah para tokoh setempat.

Selain itu bekerja sama dengan Mr Han Moo Key, Mr Nelan, Mr Vallaken, Mr Bickman, Mr Hodskey, Ir Ong Keh Kong.

Bahkan lagu “Halo-halo Bandung” pun berasal dari istilah yang mereka gunakan di radio Malabar tersebut.

Namun jika anda berwisata ke daerah gunung Puntang, tentu saja tidak akan anda dapati bangunan pemancar radio ini lagi.

Baca:  7 Software dan Aplikasi Trading Terbaik untuk Forex

Robohnya pemancar stasiun radio Malabar pun terjadi saat terjadi pertarungan sengi tantara pribumi dan penjajah Belanda.

Ada pula yang mengatakan bahwa stasiun radio Malabar hancur karena peristiwa Bandung lautan Api.  

Hingga sekarang yang dapat kita temui adalah puing-puing yang teronggok begitu saja.

Baca:  Begini Cara Mengatasi Katarak Pada Mata yang Ampuh

Tentu saja hal ini menyimpan misteri dan cerita mistis bersamanya.

Situs Prabu Pajajaran Siliwangi

Selain berbagai macam peninggalan sejarah yang bisa kita saksikan saat mengunjungi lokasi Gunung Puntang ini.

Kita dapat pula melihat beberapa situs lain yang tidak kalah menarik untuk kita bahas.

Yaitu sebuah gua atau Lorong yang membelah gunung Puntang.

Gua ini berjarak sekitar1 kilometer yang tembus sampai ke daerah Curug Siliwangi.

Jika kita telusuri lebih jauh, gua ini merupakan gua yang sangat gelap dan cukup pengap.

Jika anda beruntung dapat memasukinya dengan kawalan tour guide sekitar gua.

Dalam gua sangat licin dan berlumut, karena memang tidak pernah terkena sinar matahari.

Namun aroma eksotik dan mistik terasa kental menyertainya.

Kabarnya dulu Prabu Siliwangi pernah mendirikan sebuah kerajaan kecil yaitu kerajaan Puntang di sini.

Hal ini terjadi saat sang Prabu mengalami kekalahan dan dalam masa pelariannya setelah terdesak dari kerajaannya sendiri yaitu kerajaan Pajajaran.

Namun kemudian ada juga yang mengatakan bahwa kemudian Prabu Siliwangi menghilang dan menyelam ke dasar samudera.

Sehingga kerajaan Puntang pun kembali ditinggalkan.

Bumi Perkemahan Gunung Puntang

Bagi anda yang suka sekali berkemah di alam terbuka, wisata gunung Puntang dapat menjadi salah satu objek yang sangat cocok.

Memiliki lahan yang cukup luas, memungkinkan anda memilih lokasi yang strategis untuk mendirikan tenda dan berkemah.

Fasilitas di sana pun sudah cukup lengkap.

Ada banyak toilet umum di berbagai penjuru bumi perkemahan yang memudahkan para wisatawan untuk mandi dan buang air.

Di tengah-tengah lokasi perkemahan juga terdapat sebuah sungai yang cukup besar dan deras airnya.

Sungai ini dapat anda gunakan untuk sekedar berendam, mandi dan mengambil air untuk keperluan logistik.

Batu-batu yang bertebaran di sungai merupakan daya pikat tersendiri bagi para wisatawan.

Aliran sungai yang dingin menyambut Anda untuk segera berendam dan mendinginkan badan.

Bisa juga melepas segala kepenatan setelah berkutat dengan aktivitas yang tiada habisnya di kota.

Wisata Kuliner Gunung Puntang

Suhu udara yang berkisar antara 13-23 derajat Celsius cocok untuk sekedar minum air panas seperti kopi dan wedang jahe.

Ada banyak warung makan tersedia di sana.

Mulai dari yang menyediakan minuman dan kudapan sampai yang menyiapkan menu makanan special juga sudah lengkap.

Bagi Anda pecinta kopi, jangan lewatkan untuk menikmati rasa khas kopi Puntang yang cukup mudah Anda temukan.

Hampir semua tempat makan menyediakan kopi.

Kopi dengan aroma khas yang agak sedikit asam merupakan ciri yang tidak bisa lepas dari pembuatan kopi alami Puntang.

Anda pun dapat melihat pabrik yang merupakan home made nya kopi Puntang.

Terletak di sekitar kawasan bumi perkemahan sehingga memudahkan anda melihat dari dekat proses pembuatan biji kopi.

Mulai dari pemetik kopi di perkebunan sampai proses pengemasan bisa anda saksikan di sana.

Souvenir Gunung Puntang

Jangan lupa pula untuk membawa beberapa souvenir dan buah tangan yang membuktikan anda telah menjelajahi wisata Puntang ya.

Ada beberapa koleksi gantungan kunci, topi berhiaskan ornament gunung dan kopi.

Selain juga berbagai makanan khas daerah Puntang dapat Anda beli dengan harga yang cukup bersahabat.

Selamat berwisata teman!

Editor : Evanuz Alexandraz Katehrina

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer