Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga

0
190
Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga
Foto : Ilustrasi

GARUT,- Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga. Agus Bustanul Arifin (45), warga Desa Sindang Suka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya ditemukan setelah 20 tahun menghilang. Agus dinyatakan hilang ketika akan dipulangkan dari sebuah tempat rehabilitasi jiwa di wilayah Yogyakarta.

Lima tahun pertama setelah dinyatakan hilang, Agus dicar-cari keluarga hingga ke berbagai tempat. Sayangnya, jejak Agus tidak diketahui. Keluarga pun akhirnya pasrah karena Agus tidak kunjung ditemukan.

Akhirnya, pada minggu lalu, posisi Agus terendus berada di Kota Madiun. Agus posisinya diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun. Agus diamankan saat berada di sebuah area parkir dengan kondisi gelisah. Setelah mendapatkan penanganan, Agus pun lebih tenang.

Ketua Yayasan Citra Paramita Zwastika, Bima Primaga Yudha, mengungkapkan, Agus kondisinya mengalami gangguan kejiwaan. Agus sulit diajak berkomunikasi, kecuali menggunakan bahasa Sunda.

Bima menuturkan, dengan bantuan aplikasi penerjemah atau google translate, pihaknya bisa mendapatkan sedikit keterangan mengenai asal Agus. Saat itu, Agus mengungkapkan asal tempat tinggalnya, yakni Cigadok, Cibatu.  

Berbekal informasi itu, Bima kemudian membuat sebuah video dengan latar Agus. Pada video itu, Agus menyebutkan asal kampung halamannya, yakni Kabupaten Garut. Video itu kemudian diunggah ke facebook dan dibagikan ke grup facebook warga Garut.   

Melalui itu, Bima berharap, warga Garut, khususnya warga Cibatu, mengenali dan mengetahui keberadaan Agus. Benar saja, tidak berselang lama, ada warga dari Garut yang menghubungi dan mengenali Agus.  

Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga

Setelah proses komunikasi, kata Bima, Jum`at (17/05/2019), pihak keluarga datang menjemput Agus. Awalnya, pihak keluarga tidak yakin yang diamankan Satpol PP Kota Madiun adalah anggota keluarganya yang hilang selama 20 tahun. Pasalnya, kondisi fisik Agus sudah mengalami perubahan yang cukup drastis. Sebelum hilang, Agus gemukan, sedangkan sekarang kurusan dan hitam.

Pasalnya, kondisi fisik Agus sudah mengalami perubahan yang cukup drastis. Sebelum hilang, Agus gemukan, sedangkan sekarang kurusan dan hitam.

Menurut Bima, Agus merupakan anak dari seorang kyai/ ajengan di Desa Sindang Suka. Agus adalah satu-satunya anak lelaki soerang kyai/ ajengan bernama (almarhum) Abah Owi. Sebelum hilang, Agus dibawa pihak keluarga untuk rehabilitasi di Yogyakarta.  

Setelah dinyatakan sembuh, Agus diantarkan petugas dari tempat rehabilitasi ke terminal Jogja agar pulang ke Garut. Sayangnya, Agus saat itu justru tidak sampai ke Garut. Tidak diketahui kemana kemudian Agus pergi hingga 20 tahun lamanya.  

Menurut informasi, Agus awalnya diproyeksikan menjadi penerus bapaknya sebagai kyai/ ajengan di Garut. Namun, kemungkinan keinginan tersebut tidak sejalan dengan cita-cita Agus, hingga akhirnya kejiwaan Agus menjadi terganggu.  

Dedy Prayitna, kerabat Agus, seperti dilansir dari Kompas.com, menyatakan, pihak keluarga kini merasa bahagia. Alasannya karena Agus yang hilang 20 tahun itu kini sudah kembali. Dedy sendiri yang menjemput Agus ke Kota Madiun.   

Saat tiba di Garut, Senin (20/05/2019), kata Dedy, Agus langsung bertemu dengan ibunya, Mas Miah. Pertemuan itupun membuat suasana menjadi haru. Banyak warga dan sanak keluarga yang menyaksikannya. Aplikasi Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here