GeNose C19, Alat Deteksi Virus Corona Buatan UGM

Reportasee.com – GeNose C19, Alat Deteksi Virus Corona Buatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejak pandemi virus corona menginfeksi jutaan orang di dunia.

Berbagai pihak termasuk lembaga pendidikan berlomba-lomba menciptakan teknologi untuk menjadi solusi bisa mengatasi pandemi Covid-19.

UGM pun memperkenalkan hasil penelitiannya, yaitu Alat Deteksi Covid-19 yaitu GeNose C19.

Penjelasan Alat Deteksi Covid-19 (GeNose C19)

GeNose 19 merupakan kepanjangan dari Gadjah Mada Nose 19.

Alat inovasi yang di perkenalkan oleh UGM untuk screening virus corona.

Alat ini kabarnya dapat mendekteksi covid-19 dengan cara yang ringkas dan cepat.

Sebelum ada GeNose, test yang paling sering di gunakan untuk covid-19 yaitu Test Molekuler (RNA/PCR), Rapidtes dan Test anti bodi.

Test PCR menggunakan metode pengujian mengumpulkan sampel lendir.

Lendir tersebut berasal dari hidung atau tenggorokan, dan pengambilannya menggunakan alat kain penyeka khusus.

Cara kerja dari GeNose C19 buatan UGM ini yaitu dengan mengenali pola senyawa metabolit dengan melalui nafas.

Senyawa ini terbentuk dari orang yang sudah terinfeksi virus corona hanya dengan.

Tim riset UGM yang mengembangkan alat deteksi berbasis embusan nafas ini.

Kini, karya para peneliti tersebut banyak mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

GeNose C19 dapat memudahkan dan membantu pemerintah untuk mendeteksi Covid 19 secara lebih massif dengan biaya yang relatif terjangkau dan murah.

Setelah melewati beberapa uji coba, akhirnya Kementerian Kesehatan Indonesia mengeluarkan izin edar untuk GeNose pada 24 Desember 2020 dengan Nomor RI AKD 20401022882.

Salah satu perbedaan yang unik dari alat pendeteksi covid-19 GeNose.

Test yang sebelumnya sudah terkenal yaitu PCR, Rapid dan Swab, adalah dari cara kerjanya hanya melalui embusan nafas.

Alat ini hanya butuh waktu sekitar kurang dari 2 menit untuk mengetahui seseorang itu positif atau negatif dari virus corona.

Selain hasil test yang akurat dan cepat, biayanya juga lebih murah ketimbang dengan test PCR.

Sehingga siapa saja dapat dengan mudah untuk melakukan test Covid-19.

Cara Kerja GeNose C19

Cara kerjanya yaitu, pertama mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).

VOC sendiri terbentuk karena adanya infeksi dari virus.

Proses pendeteksiannya yakni ketika VOC keluar bersama udara melalui embusan nafas.

Embusan nafas tersebut kemudian masuk ke dalam kantong khusus.

Setelah itu, sensor akan mengidentifikasi hembusan nafas ini.

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kemudian memproses datanya.

Kurang lebih 600 sampel data valid uji.

RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus Covid Bambang Lipuro di Yogyakarta menjadi tempat ujinya.

Hasil dari uji tersebut mencapai akurasi tinggi dengan angka 97 persen.

Penggunaan alat ini diharapkan dapat mempercepat mendeteksi virus sedini mungkin agar bisa memutus rantai penularan lebih cepat.