Gatal Air Menimpa Warga Kabupaten Magetan

0
167
Gatal Air Menimpa Warga Kabupaten Magetan
Direktur PDAM Lawu Tirta

Banyak warga di beberapa Desa di Kabupaten Magetan mengalami gatal air. Hal itu terjadi lantaran warga berlangganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magetan.

Hal ini mungkin disebabkan karena lumut atau kotoran lain yang tanpa disengaja masuk ke saluran pipa PDAM.

Alhasil, sejumlah warga Desa di Kabupaten Magetan tersebut terkena serangan gatal-gatal yang menyebabkan rusaknya kulit dan tuimbulnya penyakit baru.

Berdasarkan laporan, sebanyak 5 desa yang terkena penyakit tersebut. Diantaranya, Desa Genengan, Desa Jambangan, Desa Pojok Sari, Desa Rejosari dan Desa Selorejo.

Beberapa warga yang terkena penyakit tersebut telah mengunggah beberapa bukti foto yang terkena gatal air. Dan mereka juga menyatakan keluhan akan kurang bersihnya air PDAM yang mereka gunakan di beberapa media sosial via internet.

Direktur PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, angkat bicara soal peristiwa ini. Welly menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Dia mengaku berencana mengambil beberapa sampel air untuk dibawa ke laboratorium.

“Kami masih belum tahu bagaimana hasil tes laboratorium. Apakah itu murni dari air PDAM atau bahkan dari kotoran yang masuk ke dalam saluran pipa. Yang pasti kami akan tahu hasilnya setelah dilakukan tes,” katanya.

Masalah gatal karena air ini terjadi dan dirasakan warga beberapa Desa di Kabupaten Magetan selang beberapa hari setelah mandi, mencuci pakaian dan keperluan lainnya.

Mereka mengira bahwa gatal tersebut hanya sebatas gatal biasa, akan tetapi lama-kelamaan penyakit tersebut tersebar ke seluruh tubuh.

Welly juga mengungkapkan bahwa sejumlah pelanggan yang tepat berada di dataran tinggi Kabupaten Magetan sama sekali tidak mengeluhkan adanya penyakit tersebut.

Justru malah pelanggan yang berada di dataran rendah yang hingga kini mengalaminya.

“Sebaiknya kita tunggu saja uji laboratorium tersebut demi mengetahui kebenarannya. Apakah hal tersebut karena air PDAM atau bahkan mungkin pelanggan sekitar yang hingga kini masih mandi menggunakan air sumur,” pungkas Welly. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here