28.8 C
Indonesia
Senin, Desember 9, 2019
No menu items!

Garis Waktu Baru Dari Masa Lalu Bencana Alam

Wajib Baca

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

Reportasee.com,- Garis waktu baru baru dari masa lalu bencana alam kini telah hadir. Peristiwa tersebut menggambarkan lingkungan kosmik telah terbentuk lebih dari 4,5 miliar tahun.

Melansir dari Science Daily, Senin (19/08/2019), pimpinan tim ahli geologi University of Colorado Boulder, Stephen Mojzsis telah menyusun garis waktu baru untuk periode kekerasan ini dalam sejarah planet tata surya.

Garis waktu baru itu bisa disimbolkan bahwa gelombang komet, asteroid serta proto planet mengalir menuju tata surya bagian dalam, sebagian lainnya menabrak Bumi selama perjalanan.

Dalam sebuah penelitian itu, para peneliti dari University of Colorado Boulder mempelajari fenomena yang disebut migrasi planet raksasa.

Itulah istilah yang diberikan untuk tahap evolusi tata surya terkait planet-planet terbesar lantaran alasan yang masih belum jelas, mulai bergerak menjauh dari matahari.

Mengacu pada catatan dari asteroid dan sumber lain, tim peneliti memperkirakan bahwa peristiwa perubahan tata surya ini terjadi 4,48 miliar tahun yang lalu. Hal ini jauh lebih awal dari yang diusulkan beberapa ilmuwan sebelumnya.

Temuan Garis Waktu Baru

Pada penelian itu, Mojzsis telah memberikan sejumlah petunjuk yang sangat berharga terhadap para ilmuwan tentang kapan kehidupan pertama kali muncul di Bumi.

“Kita tahu bahwa migrasi planet raksasa akan terjadi untuk menjelaskan struktur orbital luar tata surya. Tapi pada penelitian ini, tidak ada yang tahu kapan peristiwa itu terjadi.” kata Mojzsis.

Ini adalah perdebatan yang yang diangkat dari sebagian bebatuan bulan yang dikumpulkan oleh astronot Apollo beberapa waktu lalu.

“Banyak di antaranya yang hanya tampak berusia 3,9 miliar tahun atau ratusan juta tahun lebih muda dari bulan itu sendiri,” tambah Mojzsis.

Analisis Terhadap Garis Waktu Baru

“Untuk menjelaskan usia itu, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa Bulan dan Bumi dibanting oleh gelombang komet dan asteroid pada waktu itu. Tetapi tidak semua orang setuju dengan teori itu,” kata Mojzsis.

Lantas Mojzsis melakukan analisis terhadap garis waktu baru dan hasilnya bagian bulan yang ditumpangi hingga kini sangat tidak biasa.

Mojzsis meyakinkan bahwa kehidupan mungkin telah berevolusi di Bumi. Berdasarkan hasil tim, planet tata surya mungkin cukup tenang untuk mendukung kehidupan organisme. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel terbarunya, X30, akan diumumkan pada...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -