Foto Viral Gas Air Mata Kadaluarsa, Lebih Beracun?

0
356
Foto Viral Gas Air Mata Kadaluarsa, Lebih Beracun?

Reportasee.com, – Foto Viral Gas Air Mata Kadaluarsa, Lebih Beracun?. Gas air mata ikut mewarnai aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR pada Rabu (25/9/2019).

Tembakan gas air mata seringkali digunakan untuk meredam atau membubarkan aksi massa.

Di balik penyemprotan gas air mata yang membuat sejumlah demonstran mengalami luka. Beredar foto yang menunjukkan selongsong gas air mata kadaluarsa.

Foto Viral Gas Air Mata Kadaluarsa Tersebar di Media Sosial

Foto ini terang saja menjadi viral di media sosial Twitter. Banyak warganet yang mempertanyakan efek samping dari gas air mata yang sudah kadaluarsa. Salah satunya apakah lebih beracun atau tidak.

Peneliti serta dosen toksikologi dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Budiawan mengungkapkan, bila suatu bahan kimia kadaluarsa artinya fungsi atau manfaat utama dari zat tersebut telah mengalami perubahan.

Baca juga : Empat Upaya Gembosi dan Tunggangi Gerakan Mahasiswa

“Bahan kimia jika kadaluarsa artinya fungsi atau manfaat utama dari zat tersebut telah mengalami perubahan atau oksidasi. Artinya, efektivitas atau manfaatnya berkurang,”. ujar Budiawan kepada Reportasee melalui pesan singkat, Rabu (25/9/2019).

Oleh sebab itu Budiawan memastikan, gas air mata yang sudah kadaluarsa semestinya tidak lebih perih. Karena zat kimianya sudah mengalami perubahan karena teroksidasi secara kimiawi.

Tembakan gas air mata umumnya mengakibatkan rasa perih serta iritasi bila mengenai selaput mata. Gas air mata juga bisa menyebabkan sensasi menyengat pada kulit.

Budiawan menjelaskan, efek tersebut disebabkan oleh zat kimia pada gas air mata yang beberapa di antaranya termasuk golongan senyawa kimia aldehyd seperti acrolein serta chlorobenzalonitril (CS).

“Acrolein juga chlorobenzalonitril (CS) efeknya perih atau iritasi di mata,” tutur Budiawan.

Baca juga : Hendra; Kebakaran Hutan Jati di Pamarican Ciamis Harus Diusut

Dilansir Hello Sehat, gas air mata juga mengandung chloroacetophenone (CN), semprotan merica, arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat, serta O-Chlorobenzalmalononitrile.

Dilansir Gizmodo, 14 Agustus 2014, gas air mata dirancang untuk dirasakan dalam waktu singkat, serta akan hilang tanpa efek permanen.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Toxicological Reviews pada 2013 mencapai kesimpulan bahwa “tak ada bukti kalau individu yang sehat akan mengalami efek kesehatan jangka panjang dari paparan CS (senyawa 2-chlorobenzalmalononitrile dalam gas air mata) di ruang terbuka”.

Dalam beberapa kasus, paparan gas air mata secara berlebihan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit serta jika terkena mata bisa menyebabkan kebutaan.

Untuk orang yang mengidap asma, gas air mata dapat memicu gangguan pernapasan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here