Film Penyalin Cahaya Tetap Tayang di Tengah Skandal Krunya

Advertisement

Reportasee.com – Film Penyalin Cahaya rupanya masih menjadi bahan perbincangan di kalangan publik khususnya warganet.

Hal ini berkaitan dengan prestasi serta skandal kru yang tersandung kasus pelecehan seksual.

Warganet pun menyerukan boikot untuk film ini sebelum penayangannya.

Meskipun demikian film tersebut akhirnya memulai penayangannya tepat kemarin dan sukses menyita atensi penonton.

Tak sedikit orang menyebut skenario film besutan Netflix tersebut sangat apik serta dapat menggugah emosi.

Advertisement

Sementara itu Penyalin Cahaya menceritakan kisah tentang penyintas kekerasan seksual.

Cerita tentang penyintas kekerasan seksual itupun berhasil mereka kemas dengan begitu realistis.

Mengutip dari media setempat, karena merasa penasaran sejumlah warganet pun memberikan komentar positif.

Salah seorang warganet mengatakan film terasa sangat nyata sehingga membuat penonton marah, emosi, menangis, malu, kecewa serta overthinking.

Warganet lain memuji Penyalin Cahaya sangat keren dengan eksekusi yang tim produksi lakukan bersama alasan-alasan kuat.

Advertisement

Bahkan warganet memberikan nilai film 9.7 dari angka 10 terlepas dari skandal yang ada.

Sementara itu film Penyalin Cahaya mengisahkan tentang karakter bernama Sur yang menjadi penyintas pelecehan seksual.

Ia adalah seorang mahasiswi yang memperoleh beasiswa, tetapi kemudian pihak kampus cabut.

Hal ini lantaran adanya kejadian yang ia alami ketika Sur berpesta dengan teman-temannya.

Setelah berpesta, Suryani hilang kesadaran yang membuatnya tidak mengingat kejadian pasti di acara pesta pada malam itu.

Sampai kemudian foto-foto selfie mabuknya beredar secara online sampai ke pihak kampus, membuatnya harus kehilangan beasiswa.

Sebab pihak kampus menuduhnya sudah membawa aib untuk fakultas tempatnya mengenyam pendidikan.

Dari sinilah perjuangan Suryani berlangsung di mana ia menyelidiki kasus yang sedang menimpanya.

Ia pun meminta bantuan dari Amin yakni teman masa kecilnya yang bekerja sekaligus tinggal di sebuah toko fotokopi dekat kampusnya.

Bersama-sama keduanya pun mencari kebenaran tentang foto selfie Sur juga mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya pada malam itu.

Fakta Menarik Film Penyalin Cahaya

Sebagai tayangan yang menarik perhatian publik, rupanya ada sederet fakta menarik dari Penyalin Cahaya.

 Masuk seleksi main competition Jogja NETPAC

Film yang Chicco Kurniawan perankan ini juga berhasil masuk dalam ajang ternama Main Competition Jogja NETPAC.

Acara dalam Asian Film Festival itu berlangsung tanggal 27 November sampai 4 Desember tahun 2021 lalu.

Adapun film tersebut berhasil masuk dalam tingkat serupa dengan tayangan layar lebar.

Film dengan penghargaan sangat banyak

Sebelum tanggal perilisannya, Penyalin Cahaya sudah meraih cukup banyak penghargaan.

Hal ini terbukti dari sebanyak 12 Piala Citra yang berhasil Penyalin Cahaya raih dalam Festival Film Indonesia 2021.

Tentunya seluruh penghargaan yang sudah film raih tak terlepas dari kerja keras seluruh pemain serta tim produksi Penyalin Cahaya.

Tayang secara internasional

Bukan itu saja, film Penyalin Cahaya merupakan tayangan hasil garapan di tengah masa pandemi.

Kabarnya film ini akan tayang secara internasional pada tanggal 13 Januari 2022.

Sehingga pelajaran-pelajaran yang bisa pemirsa ambil dapat bercerita ke masyarakat luar negeri.

Sutradara terbaik

Salah satu fakta menarik Penyalin Cahaya yaitu bukan hanya filmnya yang mendapat penghargaan bergengsi namun juga sang sutradara.

Adapun sutradara dari film tersebut adalah Wregas Bhanuteja.

Ia berhasil meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia pada tahun lalu.

Jajaran pemeran terbaik

Bukan hanya sutradara film Penyalin Cahaya yang berhasil mendapat penghargaan, para pemain dan tim pun juga memberikan prestasi.

Seperti Chicco Kurniawan sebagai pemeran utama pria terbaik dan Jerome Kurnia mendapat pemeran pendukung pria terbaik.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker