Fakta dan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Advertisement

Fakta dan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura. Biasanya, umat muslim akan melakukan ibadah puasa ini sebelum merayakan tahun baru Islam.

Sebelum menjalankan ibadah tersebut, berikut adalah fakta dan niat puasa Tasu’a dan Asura.

Apa Itu Puasa Tasu’a dan Asyura?

Fakta puasa Tasu’a dan Asyura yang pertama adalah terkait penjelasan Puasa Tasu’a dan Asyura itu sendiri.

Puasa Tasu’a adalah puasa yang umat muslim lakukan setiap bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender tahun baru Islam. 

Advertisement

Spesifiknya lagi, Puasa Tasu’a berlangsung pada hari kesembilan, sedangkan Asyura berlangsung pada hari kesepuluh.

Dan pada setiap bulan Muharram, banyak sekali amal sunah baik yang umat muslim bisa kerjakan. 

Salah satunya, adalah melakukan Puasa Tasu’a dan Asyura ini.

Nabi Muhammad Mengerjakan Puasa Asyura Sebelum Puasa Ramadhan

Fakta yang harus kita ketahui selanjutnya, adalah Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat, justru mengerjakan puasa Asyura lebih dahulu. 

Bahkan mereka melakukannya sebelum perintah puasa wajib bulan Ramadhan turun.

Menurut hadits dari Ibnu Abbas Ra, pada dasarnya Rasulullah SAW, memerintahkan umatnya untuk melakukan puasa Asyura ini. 

Jadi dengan pernyataan ini maka tersimpulkan kalau Puasa Asyura, hukumnya wajib.

Tapi menurut Ustadz Ahmad Sarwat melalui bukunya yang berjudul Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan, ia mengatakan bahwa hukum awal Puasa Asyura memanglah wajib. 

Namun pada akhirnya, kewajibannya mendapatkan perlakuan Nasakh atau pembatalan.

Hal ini karena datangnya puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib bagi umat Islam. 

Alhasil gara-gara ini, Puasa Asyura hukumnya menjadi Sunnah.

Puasa Tasu’a untuk Menghindarkan Bentrok dengan Puasa Nasrani

Setelah membahas Puasa Asyura, mari sekarang kita kembali membahas fakta puasa Tasu’a. 

Jadi sekali lagi, awalnya adalah Puasa Asyura yang Rasulullah SAW perintahkan ke seluruh umatnya. 

Sedangkan kala itu belum ada Puasa Tasu’a sama sekali.

Puasa Tasu’a baru ada setelah di suatu tahunnya, hari Puasa Asyura bertepatan dengan hari agung milik kaum Nasrani dan Yahudi. 

Dan pada hari agung ini, salah satu ritual perayaannya jugalah melaksankan ibadah puasa.

Melihat ini, seluruh keluarga dan kerabat Nabi besar pun bingung dan bertanya langsung kepadanya. 

Lalu sebagaimana yang kutipan dari kitab Riyadhus Shalihin milik Ibnu Abbas Ra. Rasulullah menjawab;

‘Seandainya aku masih hidup hingga tahun yang akan datang, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharram, yakni puasa Tasu’a.” (HR. Muslim).

Lalu pada hadits lain, Rasulullah SAW bersabda;

“Berpuasalah kalian di hari Asyura dan bedakanlah dengan Yahudi dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.” (HR. Thahawi dan Al-Baihaqi serta Ibnu Huzaimah: 2095).

Jadi berdasarkan kedua hadist tersebut, puasa Tasu’a tercipta sebagai solusi untuk menengahi bentrok dengan puasa hari agung yang kaum Nasrani dan Yahudi lakukan setiap tahunnya.

Sayang belum masuk tahun selanjutnya, Rasulullah sudah terlebih dahulu wafat. 

Mengapa Nabi Memerintahkan Puasa Ini?

Fakta puasa Tasu’a dan Asyura yang akan kita bahas selanjutnya adalah terkait alasan / tujuan perintah puasa ini.

Walau telah membaca pembahasan-pembahasan awal sebelumnya, mungkin masih banyak dari kita yang bertanya tentang alasan mengapa Rasulullah SAW, sangat mewajibkan umat muslim untuk melakukan kedua puasa ini.

Mengapa Nabi Besar SAW mewajibkannya?

Jadi baik Rasulullah maupun Allah SWT, mengagungkan puasa Asyura karena banyak sekali kejadian penting bersejarah umat Islam dalam hari kesepuluh kalender Hijriyah-nya.

Lalu seperti hadits dari Ibnu Abbas,

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW sangat bersemangat untuk berpuasa di suatu hari, kecuali di hari ini (hari Asyura) dan di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Juga pada hadits lainnya, dari Abu Qatadah Ra;

“Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Asyura’, maka beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Menurut Aswad bin Yazid;

“Aku bertanya kepada Abin bin Amr tentang puasa Asyura. Dia berkata: Pada bulan Muharram ada hari ketika Adam diberi ampunan. Bila engkau mampu, berpuasalah pada hari itu.”

Dan menurut hadist dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash;

“Barangsiapa berpuasa di hari Asyura, maka seakan-akan berpuasa selama setahun, dan barangsiapa bershadaqah di hari ini, maka seakan-akan bershadaqah selama satu tahun.”.

Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Nah setelah mengetahui manfaat dan kepentingan dari puasa tersebut, pastinya banyak dari kita yang kini ingin ikut menjalankan kedua puasa sunnah ini. 

Apabila demikian, berikut adalah masing-masing niatan dari Puasa Tasu’a dan Asyura tersebut.

Niat Puasa Tasu’a;

“Nawaitu shauma yauma tasu’ata sunnatan lillahi ta’ala.”

Niat Puasa Asyura;

“Nawaitu shauma yaumi ‘asyura’a sunnatan lillahi ta’ala.”

Semoga fakta dan niat Puasa Tasu’a dan Asyura ini bermanfaat, dan semoga yang menjalankan ibadah puasanya ini mendapatkan berkah yang sebesar-besarnya dari Allah SWT.

Show More
Advertisement