27.1 C
Indonesia
Kamis, Oktober 17, 2019
No menu items!

Facebook Instagram Whatsapp Alami Gangguan Massal

Wajib Baca

Wisata di Muna Barat Dengan Pemandanan Menawan

Muna barat adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara, yang merupakan pemekaran dari kabupaten muna pada tahun 2014...

Kuliner Pedas Di Jakarta Yang Lezat

Buat Anda yang memang hobi berburu makanan enak dan pedas, Jakarta adalah salah satu ibukota di Indonesia yang...

Tempat Wisata Di malang Ini Sangat Recommended

Di kota Malang terdapat berbagai tempat wisata yang menarik dan rekomended. Kota Malang sendiri adalah kota yang...

Facebook, Whatsapp dan Instagram dikabarkan mengalami gangguan atau mati selama 2 jam pada Minggu (14/4/2019). Sebelumnya pendiri WhatsApp pernah menyerukan untuk menghapus akun Facebook.

Pandangan negatif dari pengguna terhadap Facebook tidak hanya karena masalah pemadaman tetapi khalayak juga mengingat tentang kasus skandal penyalahgunaan data yang berjumlah 50 juta pengguna Facebook oleh lembaga konsultan politik Cambridge Analytica.

Co-founder WhatsApp Brian Acton pernah menyerukan follower twitter-nya yang berjumlah hampir 21.000 untuk menghapus akun Facebook.

“Ini waktunya. #deletefacebook,” ungkap Acton pada salah satu platform terbesar media sosial itu, seperti dikutip dari NBC International pada Maret 2018.

Acton juga sempat melamar kerja di Facebook tahun 2009 serta mempublikasi soal penolakan yang diterimanya di Twitter.

“Facebook menolak saya. Ini adalah kesempatan besar dapat terhubung dengan beberapa orang hebat. Menantikan petualangan hidup selanjutnya,” tulis Acton.

Skandal tentang Facebook ini terus menjadi sorotan setelah beberapa pemberitaan muncul serta menyebut Cambridge Analytica mengakses data 50 juta pengguna media sosial itu tanpa seizin Facebook.

Untuk diketahui Cambridge Analytica memperoleh data itu dari pembuat sebuah kuis yang diikuti oleh 270.000 pengguna Facebook. Pembuat tes itu meneruskan datanya kepada Cambridge Analytica serta melanggar aturan platform Facebook.

Padahal, raksasa media sosial itu telah mengetahui soal kebocoran data tersebut pada tahun 2015 namun tidak mengungkapkan apapun kepada halayak hingga surat kabar Amerika Serikat The New York Times serta koran Inggris Observer melaporkannya akhir pekan lalu.

Cambridge Analytica didanai sebagian besar oleh Robert Mercer,yaitu salah seorang donatur Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perusahaan membantu Trump menyiapkan target iklan politik pada saat masa kampanye, namun membantah menggunakan data tersebut dalam prosesnya.

Kala itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg serta COO Sheryl Sandberg tidak memberikan pernyataan apapun. Sikap mereka itu menimbulkan lebih banyak kritik dari para analis serta investor dan mereka yang menginginkan aturan yang lebih ketat terhadap raksasa teknologi. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Wisata di Muna Barat Dengan Pemandanan Menawan

Muna barat adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara, yang merupakan pemekaran dari kabupaten muna pada tahun 2014...

Kuliner Pedas Di Jakarta Yang Lezat

Buat Anda yang memang hobi berburu makanan enak dan pedas, Jakarta adalah salah satu ibukota di Indonesia yang memiliki beragam kuliner pedas yang...

Tempat Wisata Di malang Ini Sangat Recommended

Di kota Malang terdapat berbagai tempat wisata yang menarik dan rekomended. Kota Malang sendiri adalah kota yang dikenal sebagai kota apel, kota...

Kuliner Malam Khas Jogja Yang Recommended

Jogja yang dikenal sebagai kota budaya dan kota gudeg  memiliki macam-macam kuliner. Dari pagi hingga malam kota gudeg ini tidak pernah sepi...

Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung Empat Sisi

Reportasee.com, - Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung di Keempat Sisinya. Teknologi ponsel saat ini sudah semakin berkembang. Berbagai desain serta keunggulan ditawarkan...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: