Facebook Instagram Whatsapp Alami Gangguan Massal

0
125
Facebook Instagram Whatsapp Alami Gangguan Massal

Facebook, Whatsapp dan Instagram dikabarkan mengalami gangguan atau mati selama 2 jam pada Minggu (14/4/2019). Sebelumnya pendiri WhatsApp pernah menyerukan untuk menghapus akun Facebook.

Pandangan negatif dari pengguna terhadap Facebook tidak hanya karena masalah pemadaman tetapi khalayak juga mengingat tentang kasus skandal penyalahgunaan data yang berjumlah 50 juta pengguna Facebook oleh lembaga konsultan politik Cambridge Analytica.

Co-founder WhatsApp Brian Acton pernah menyerukan follower twitter-nya yang berjumlah hampir 21.000 untuk menghapus akun Facebook.

“Ini waktunya. #deletefacebook,” ungkap Acton pada salah satu platform terbesar media sosial itu, seperti dikutip dari NBC International pada Maret 2018.

Acton juga sempat melamar kerja di Facebook tahun 2009 serta mempublikasi soal penolakan yang diterimanya di Twitter.

“Facebook menolak saya. Ini adalah kesempatan besar dapat terhubung dengan beberapa orang hebat. Menantikan petualangan hidup selanjutnya,” tulis Acton.

Skandal tentang Facebook ini terus menjadi sorotan setelah beberapa pemberitaan muncul serta menyebut Cambridge Analytica mengakses data 50 juta pengguna media sosial itu tanpa seizin Facebook.

Untuk diketahui Cambridge Analytica memperoleh data itu dari pembuat sebuah kuis yang diikuti oleh 270.000 pengguna Facebook. Pembuat tes itu meneruskan datanya kepada Cambridge Analytica serta melanggar aturan platform Facebook.

Padahal, raksasa media sosial itu telah mengetahui soal kebocoran data tersebut pada tahun 2015 namun tidak mengungkapkan apapun kepada halayak hingga surat kabar Amerika Serikat The New York Times serta koran Inggris Observer melaporkannya akhir pekan lalu.

Cambridge Analytica didanai sebagian besar oleh Robert Mercer,yaitu salah seorang donatur Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perusahaan membantu Trump menyiapkan target iklan politik pada saat masa kampanye, namun membantah menggunakan data tersebut dalam prosesnya.

Kala itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg serta COO Sheryl Sandberg tidak memberikan pernyataan apapun. Sikap mereka itu menimbulkan lebih banyak kritik dari para analis serta investor dan mereka yang menginginkan aturan yang lebih ketat terhadap raksasa teknologi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here