adplus-dvertising
32 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaElon Musk Tesla Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi

Elon Musk Tesla Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi

Reportasee.comElon Musk Tesla masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia berkat beberapa perusahaan miliknya.

Bukan itu saja Elon Musk juga menjadi salah satu CEO dengan gaji termahal di dunia.

Dalam satu tahun saja, bos Tesla ini mendapat gaji sampai kisaran puluhan triliun rupiah.

Pencapaian ini bukan Elon Musk dapat satu kali saja pada tahun sekarang.

Mengutip dari sumber, sejak tiga tahun lalu Elon sudah menyandang sebagai bos dengan gaji termahal dalam sejarah.

Bagaimana kiprah Elon Musk Tesla baru-baru ini hingga ia menyandang CEO termahal lagi?

Gaji Elon Musk Tesla Sampai 8 T Perbulan

Belum lama ini, Elon Musk Tesla memperbaharui posisinya dalam jajaran petinggi perusahaan mobil listrik tersebut. 

Elon duduk di kursi petinggi perusahaan bersama kawan lamanya dalam Tesla Motors yaitu Ze’ev Drori.

Sekarang Ze’ev Drori kini menempati posisi sebagai wakil direktur utama.

CEO Tesla Elon Musk sendiri sudah tiga tahun berturut-turut menjabat posisi itu.

Karena posisi inilah tak heran jika gaji Elon Musk sangat tinggi bahkan mencapai 8 triliun rupiah perbulannya.

Secara rinci, gaji Elon Musk sebesar 6,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 95 triliun per tahunnya.

Artinya setiap bulan Elon Musk mendapatkan gaji tetap hingga 8 triliun.

Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, sumber pendapatan Elon Musk bukan berasal dari Tesla Inc saja.

Bahkan Elon tercatat sebagai pemilik perusahaan luar angkasa yaitu SpaceX.

Selain itu Elon juga memiliki perusahaan lainnya antara lain The Boring Company, Zip2, OpenAI, X.com.

Ada juga Neuralink dan satu perusahaan filantropi pribadinya bernama Musk Foundation.

Pihak Forbes mencatatkan jumlah kekayaan Elon Musk sebesar 186,1 miliar AS atau setara dengan 2.673 triliun rupiah.

Sementara itu pada awal tahun 2021 Elon menjual tiga rumah mewah koleksinya seharga 581 miliar rupiah.

Pada tahun lalu, Elon tercatat pula menjual dua rumah mewah lainnya dengan harga sebesar 517 miliar.

Bukan hanya rumah mewah, Elon juga kerap menyalurkan uang pribadinya ke Musk Foundation sebagai filantropinya.

Yayasan Elon Musk Tesla ini sudah banyak membantu pengembangan sekolah anak juga AI.

Mendapat Gaji Besar, Elon Musk Tak Dapat Kompensasi di Tahun 2020

Perusahaan Tesla Inc menyebut jika total kompensasi Elon Musk Tesla sebesar nol pada tahun 2020 lalu.

Kondisi ini berbeda dengan tahun 2019 sebelumnya yang membuat Elon mendapat kompensasi.

Jumlah kompensasi kala itu hingga USD 23.760 atau setara dengan 341,85 juta rupiah.

Meskipun begitu perusahaan Tesla berkata jika Elon tak pernah menerima gajinya.

Perseroan menyatakan mulai bulan Mei 2019 pihaknya menghilangkan pendapatan bersih serta akrual dari gaji.

Hal ini berdasarkan permintaan dari sang CEO yakni Elon Musk.

Melansir dari media lokal, paket pembayaran Elon perlu meraih target berdasarkan pertumbuhan keuangan Tesla juga kapitalisasi pasar.

Pada bulan April lalu, Elon sudah memenuhi syarat dalam paket pembayaran Tesla di tahun 2018.

Jumlahnya sekarang bernilai USD 30 miliar atau setara dengan 431,63 triliun rupiah.

Sementara itu total kompensasi Chief Finance yakni Zachary Kirkhorn mencapai USD 46,6 juta.

Angka tersebut senilai dengan 670,46 miliar rupiah daripada pendapatan 2019 lalu yaitu USD 21,2 juta yakni setara 305,01 miliar rupiah.

Di bawah aturan kompensasi, Elon memenuhi syarat dalam paket pilihan pembelian saham sebesar 101 juta dengan harga masing-masing USD 70,01.

Hal ini mereka distribusikan dalam 12 tahapan yang sama dari pilihan 8,4 juta saham.

Sekarang ini tonggak keuangan Tesla tergolong cukup sulit tercapai.

Namun empat tahapan saham Elon yang ia dapat selama 2020 memberikannya hak pembelian saham.

Adapun harga saham yang bisa Elon Musk Tesla beli yaitu 33,8 juta saham senilai USD 24 miliar.

Jadi CEO dengan Gaji Tinggi, Elon Ingin Tesla Produksi di Jerman

Sebagai pendiri perusahaan, Elon Musk Tesla berharap jika produsen akan mulai melakukan perakitan mobil listriknya.

Dimana perakitan berlangsung dalam pabrik raksasanya di kawasan Grune Heide pada Oktober mendatang.

Melansir media lokal, pabrik yang ada di dekat Berlin ini seharusnya beroperasi dalam waktu lebih awal.

Namun Elon mengatakan masalah seperti birokrasi dari pihak pemerintah Jerman membuat adanya penundaan.

Selain itu ada juga tentangan dari penduduk sekitar karena gangguan yang bersifat mengganggu lingkungan setempat.

Kemarin, Elon berkunjung ke pabrik tersebut bersama Armin Laschet, yaitu kandidat konservatif negara Jerman.

Kendati demikian, badan lingkungan setempat sebenarnya belum memberikan persetujuan akhir sebagai izin operasi pabrik.

Artinya terdapat kemungkinan terkait tanggal penundaan operasi pabrik sampai 2022 mendatang.

Tetapi Elon Musk berharap jika pabrik akan menjadi sumber inspirasi untuk masyarakat kawasan Jerman serta Eropa.

Sehingga mereka dapat menyongsong masa depan yang lebih mengutamakan kebersihan di bidang energy.

Bos Tesla ini juga memperingatkan jika terlalu banyak undang-undang mungkin berakhir dengan warga tak dapat berbuat apa-apa.

Lebih lanjut Elon Musk Tesla ingin orang memiliki inspirasi tentang masa depan dan mempunyai anak.

Roket Besutan CEO Tesla Elon Musk yang Fenomenal

Roket Elon Musk Tesla menjadi katalis yang menciptakan perjalanan luar angkasa seksi kembali.

Perjalanan Elon Musk membangun roket luar angkasa tersebut melalui perusahaan SpaceX miliknya.

Adapun perjalanan ini menjadi historis karena sejak awal Elon bercita-cita membawa banyak orang menuju planet Mars.

Bagi Elon Musk, cita-cita tersebut sedikit lagi terwujud tepat pada 7 Agustus lalu.

Kala itu Elon melihat secara langsung roket baru SpaceX yakni Starship yang ia bangun akhirnya berhasil terpasang sempurna.

Jadi artinya tinggal satu langkah lagi roket tersebut mampu membawa para astronot mendarat tepat di Planet Mars.

Planet Mars ini kerap mendapat julukan Planet Merah.

Senyum Elon Musk tentu semakin lebar sebab roket miliknya masuk dalam catatan dunia sebagai roket paling besar di dunia.

Tinggi roketnya sendiri mencapai 120 meter dan menjadikannya menjulang lebih tinggi dari pada patung Liberty.

Hanya saja, catatan prestisius tersebut bisa saja menjadi sia-sia belaka.

Terlebih kalau roket Starship gagal mendaratkan astronot ke permukaan planet Mars.

Atau minimal ke Bulan seperti yang badan antariksa Amerika Serikat tugaskan kepada perusahaan SpaceX.

Tugas ini terdapat dalam proyek seharga triliunan rupiah yaitu Project Artemis.

Tentu saja Elon Musk tak pernah merasa puas kalau SpaceX hanya terkenal sebagai perusahaan di bidang luar angkasa.

Apalagi hanya mampu membuat roket yang dapat membawa astronot ke ISS atau International Space Station.

Sebab pada 30 Mei 2020 lalu, roket Falcon 9 besutan SpaceX untuk pertama kalinya sukses membawa dua astronot menuju ISS.

Pastinya Elon Musk paham betapa susahnya membuat roket untuk mencapai stasiun ruang angkasa internasional tersebut.

Karena itulah pada tahun 2002 silam Elon Musk bercita-cita menjadikan perusahaannya sebagai transportasi luar angkasa.

Berkat inovasinya inilah tak heran jika Elon Musk Tesla kini mendapatkan gaji tertinggi di dunia.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER