32 C
Indonesia
Kamis, Agustus 5, 2021
BerandaBeritaEdelweis Tidak Boleh Dipetik, Simak Penjelasannya

Edelweis Tidak Boleh Dipetik, Simak Penjelasannya

Reportasee.comEdelweis banyak tumbuh secara subur di daerah pegunungan. Meskipun memiliki bentuk yang indah, namun Edelweis merupakan tanaman yang tak bisa Anda petik.

Fakta Seputar Edelweis

Edelweis merupakan tanaman yang berasal dari kata Edel yakni mulia. Weis yang memiliki makna yaitu putih.

Bunga ini termasuk dalam keluarga tanaman yakni Asteraceae, dan memiliki nama latin Anaphalis Javanica.

Awal mulanya peneliti bernama Georg Carl Reindwart menemukan bunga ini pada tahun 1819, yang berarti persebaran bunga ini sudah ada sejak 200 tahun yang lalu

Bentuknya sangatlah khas, dengan bunga yang kecil berwarna putih, bertekstur lembut, hingga inti berwarna kuning pada bagian tengah.

Edelweis menyimpan berbagai fakta menarik antara lain

Mendapatkan sebutan sebagai bunga yang tumbuh secara abadi

Mendapatkan julukan sebagai bunga abadi karena memiliki waktu untuk bersemi hingga 10 tahun.

Sungguh waktu yang sangat lama bagi sebuah tanaman. Lamanya mekar akibat adanya hormone etilen yang bekerja menjaga kelopak tetap terlindungi, dan tidak mengalami kerontokan.

Tumbuh hanya di daerah gunung

Tanaman Edelweis ini tak bisa tumbuh ada sembarang tempat.

Hidup atau matinya bunga sangat bergantung pada kondisi suhu, cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.

Biasanya bunga ini tumbuh pada tempat yang memiliki suhu begitu timggi, setidaknya hingga 2000mdpl

Beberapa pegunungan di Indonesia yang memiliki flora dengan jenis ini, antara lain Gunung Sumbing, Gunung Lawu, Sabana di Gunung Merbabu, Hampir Puncak yang ada pada Gunung Sumbing.

Mampu tumbuh di lahan yang kering

Meskipun tumbuh di daerah yang bersuhu dingin, tetapi Edelweis mampu bertahan hidup pada lingkungan dimana tanahnya kering bahkan tandus.

Hal ini karena tanaman ini mengandung Mikoriza yang mana sel-sel akarnya mampu menjalar ke berbagai penjuru untuk mencari sumber-sumber zat hara.

Mekar di waktu tertentu

Edelweis memiliki waktu mekar tertentu, antara lain April hingga Agustus.

April hingga Agustus merupakan musim penghujan, musim dimana yang memilki suhu dingin.

Menjadi simbol atau lambang

Edelweis terkadang menjadi sebuah simbol atau lambang. Seperti yang masyarakat Eropa lakukan, mereka menjadikannya lambang untuk sebuah lembaga atau organisasi.

Hal demikian juga pernah pemerintah Indonesia lakukan, salah satunya menjadikannya lambang dari Kantor Pos Indonesia.

Menjadi tanaman langka yang hampir punah

Pesonanya yang begitu menawan, sehingga tak heran banyak yang mengincar Edelweis.

Pengambilan bunga secara liar tanpa memperhatikan ekosistem membuat jumlah keberadaannya semakin berkurang.

Di beberapa gunung misalnya, seperti Pangrango yang mana jumlahnya sudah menipis, disisi lain di Gunung Bromo sudah tak ada lagi bunga ini karena sudah benar-benar habis tak tersisa bahkan bibit atau akarnya sekalipun.

Baca:  Film Star Trek: Prodigy, Film Animasi Terbaru Akhir Tahun

Ada kepercayaan dapat melanggengkan cinta

Selain mendapatkan julukan sebagai bunga keabadiaan, ada fakta menarik lain.

Baca:  Jenis Reksadana Sangat Aman serta Untung

Falta tersebut adalah Edelweis merupakan bunga kepercayaan masyarakat yang mampu melanggengkan cinta.

Meski ada yang menyatakan hal tersebut hanyalah mitos atau dongeng anak-anak sebelum tidur, faktanya tak sedikit orang yang masih percaya pada hal tersebut.

Sebagai tanda cinta dapat langgeng abadi,  atau bagi yang belum memiliki pasangan tersiar kabar bahwa jika memetik bunga ini maka akan cepat bertemu dengan cinta sejatinya.

Apabila ada seseorang laki-laki memberikan bunga ini kepada perempuan yang ia cintai, maka akan membuat perempuan tersebut luluh karena ia akan menyangka bahwa laki-laki tersebut akan serius berjuang dengannya.

Ibarat kata, hanya demi bunga saja ia rela berjuang dan naik turun gunung, apalagi untuk seseorang yang ia cintai, pastinya akan memperjuangkan lebih dari sekadar itu.

Adanya kepercayaan inipula yang ikut mendorong populasi Edelweis semakin berkurang, sehingga dengan demikian muncullah orang-orang yang dengan nekat mengambil bunga untuk ia jual.

Disisi lain juga mendorong para pemuda atau sepasang kekasih untuk memetik bunga hanya berlandaskan kepercayaan semata tanpa memperhatikan dampak dari aktivitas yang mereka lakukan.

Alasan Tidak Boleh Memetik

Ada alasan mengapa Edelweis tidak boleh untuk Anda petik, antara lain

Termasuk ke dalam flora yang sudah memiliki perlindungan, secara hukum dengan undang-undang.

Kawasan bunga yang tumbuh sudah memasuki area konservasi, dimana dalam area konservasi manusia tidak boleh sembarangan dalam menjamah.

Jika nekat maka akan terkena sanksi hukum. Bahkan sanksi tak main-main bisa sanksi pidana atau denda.

Larangan untuk memetik Edelweis tercantum pada UU Nomor 5 Tahun 1990, Pasal 33 Ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem.

Selain itu juga terdapat aturan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengenai Perlindungan Terhadap Jenis Tumbuhan dan Satwa

Memetik Edelweis akan mendapatkan sanksi hukuman penjara satu tahun atau denda sebanyak 50 juta.

Itulah beberapa informasi tentang fakta sekaligus alasan mengapa tidak boleh memetik bunga Edelweis.

Sebaiknya kita sebagai manusia memang tak perlu berlebihan menanggapi suatu kepercayaan.

Selain itu, mendukung untuk tidak memetik Edelweis adalah sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam beserta ekosistemnya.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer