27.8 C
Indonesia
Sabtu, Oktober 19, 2019
No menu items!

Dua Sisi Mata Pisau Internet

Wajib Baca

Lagi viral, 7 Manfaat Batang Pohon Pisang yang Tersembunyi

Pisang merupakan salah satu tananaman yang tidak asing lagi terdengar. Bahkan, buah ini juga menjadi favorit banyak...

Makanan Khas Bangka Belitung Ini Akan Membuat Anda Ketagihan

Bangka belitung sebuah daerah di indonesia yang ketika mendengarnya pasti merasa tidak asing lagi. Tapi taukah Anda apa...

Mitos BBM Irit Berikut Ternyata Salah Besar

Setiap pemilik kendaraan pasti menginginkan kendaraan mereka tidak terlalu boros terhadap bahan bakar bakar, hal tersebut tentu...

Siapa yang tidak mengenal Internet? Di era yang serba internet ini semua dapat diakses dengan mudah. Pada tahun 2014, eMarketer (Penelitian tentang Pemasaran Digital, Media, dan Perdagangan) dari populasi netter mencapai 83,7 juta orang pada tahun 2014.

Angka yang menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-6 dunia dalam hal jumlah pengguna internet. Pada 2017, eMarketer memperkirakan bahwa netter Indonesia akan mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang yang berada di posisi ke-5.

Secara keseluruhan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diproyeksikan mencapai 3 miliar orang pada tahun 2015 lalu. Tiga tahun kemudian, pada tahun 2018, diperkirakan 3,6 miliar orang di bumi akan mengakses internet setidaknya sebulan sekali.

Internet dan Cyberbullying

Internet cyberbullying mengacu pada tindakan agresif dan disengaja dengan menggunakan Internet atau metode elektronik lainnya seperti email, konten situs web atau pesan. Cyberbullying dapat berisi pelecehan, ujaran kebencian, dan termasuk pencemaran nama baik.

Terlepas dari fungsi Internet adalah media yang sangat baik untuk pendidikan, komunikasi, hiburan, dan perdagangan, Internet juga memiliki sisi gelapnya. Kelompok-kelompok tertentu yang memiliki tujuan serta kepentingan tersendiri muncul dari lorong-lorong kesempatan dari internet dan media sosial untuk memframework dan menebar pemikiran radikal terhadap setiap penggunanya.

Ada sifat tersembunyi yang tidak menyenangkan di dalam dunia Internet sehingga setiap orang dapat bersembunyi di balik identitas palsu mereka. Untuk kasus di dunia internet atau komunikasi digital serta pelanggarannya telah diatur oleh undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008. Inilah yang akhir-akhir ini ramai serta menjadi bahan akhir suatu penyelesaian kasus terkait.

Penelitian yang dilakukan oleh Agatston dkk pada tahun 2007 tentnag Cyberbullying menunjukkan bahwa kaum remaja adalah korban utama dan paling rentan terdampak negatif internet. Meningkatnya penggunaan Internet dan kemudahan akses adalah salah satu faktor munculnya tindakan kejahatan cyber seperti cyberbullying.

Di Indonesia, masalah cyberbullying telah diperburuk dan menjadi ancaman sosial. Perlu kiranya para pihak (pemerintah, peneliti, ataupun pemerhati) harus mempelajari lebih lanjut tentang cyberbullying terutama dalam hal deteksi, pencegahan, dan mitigasi.

Seperti yang kita lihat bahwa konsekuensi dampak buruk dari cyberbullying menjadi semakin parah dan merajalela. Dalam banyak kasus cyberbullying, para korban yang tidak mampu ataupun kuat secara psikis berusaha bunuh diri karena pesan agresif dari para “predator.”

Sayangnya, dalam kebanyakan kasus, para korban enggan untuk terbuka tentang apa yang dialaminya dan harus menyembunyikan situasi tersebut dari orang-orang yang ada disekitarnya. Sebuah penelitian dari Barlett & Coyne pada tahun 2014 silam, korban cyberbullying perempuan akan lebih mungkin melaporkan apa yang dialaminya kepada orang yang dianggap percaya daripada laki-laki.

Belajar juga pada beberapa kasus yang msaih hangat, misalnya kasus cyberbullying yang menimpa Audrey Zildvanka. Dalam kasus ini, ada poin menarik yang dapat diambil, yaitu penghakiman terhadap seseorang di media sosial menjadi tamparan luar biasa terutama bagi anak-anak.

Hal ini disebabkan karena jejak rekam digital membuat anak akan menjadi berkepanjangan di dunia nyata. Dalam hal ini, kejahatan cyberbullying akan sangat berdampak secara psikis korban. Berbeda dengan “Traditional Bullying” yang digolongkan ke dalam tindakan langsung atau face to face bullying.

Dalam kesempatan ini, penulis bertujuan untuk memanfaatkan isu dan permasalahan tentang Internet dan dampkanya, secara khusus cyber crime guna meningkatkan kesadaran tentang pencegahan cyberbullying dan untuk mengetahui risiko cyberbullying.

Hal-hal yang bisa dilakukan saat ini adalah mengedukasi para pendidik, orang tua serta siswa itu sendiri. Peranan guru (khususnya guru bahasa) dalam proses filtrasi penggunaan bahasa dalam komunikasi di media sosial sangatlah penting.

Melalui disiplin ilmu digital forensik maupun linguistik forensik, diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan analisis teori dan permasalahan serta mampu memberikan alternatif solusi. ***

*Penulis: Sigit Apriyanto, PhD (c)

  1. Doctoral Candidate of Forensic Linguistics, Under Faculty of Applied Science and Technology, University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)
  2. Dosen Pendidikan dan Sastra Inggris UM Lampung
  3. Kepala Urusan Internasional dan Kerjasama UM Lampung
  4. Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan Aparatur dan Kebijakan (Pusat Studi Kelembagaan Desa)
  5. Anggota Komunitas Linguistik Forensik Indonesia (KLFI)
- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lagi viral, 7 Manfaat Batang Pohon Pisang yang Tersembunyi

Pisang merupakan salah satu tananaman yang tidak asing lagi terdengar. Bahkan, buah ini juga menjadi favorit banyak...

Makanan Khas Bangka Belitung Ini Akan Membuat Anda Ketagihan

Bangka belitung sebuah daerah di indonesia yang ketika mendengarnya pasti merasa tidak asing lagi. Tapi taukah Anda apa saja makanan khas Bangka Belitung...

Mitos BBM Irit Berikut Ternyata Salah Besar

Setiap pemilik kendaraan pasti menginginkan kendaraan mereka tidak terlalu boros terhadap bahan bakar bakar, hal tersebut tentu wajar mengingat mahalnya harga BBM...

Keindahan Wisata Air Panas Bukit Hitam

Alam memang tidak ada hentinya memberikan segala  pesonanya untuk kita semua, tidak terkecuali wisata air panas bukit hitam yang terletak di TWA Bukit...

Ini Dia Kuliner Lezat Di Jakarta Barat

Jika Anda sangat menyukai dunia kuliner, maka berburu kuliner di Jakarta Barat merupakan sesuatu hal yang salah satu hal yang harus dilakukan....
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: