Dispendik Mojokerto Atasi Kekurangan Siswa SMA Negeri

0
64
Dispendik Mojokerto Atasi Kekurangan Siswa SMA Negeri
Foto : Ilustrasi PPDB SMA (Tribunnews)

PENDIDIKAN,- Setelah dilakukan Penerimaan Peserta Didi Baru (PPDB) Sistem Zonasi 2019, justru beberapa SMAN di Mojokerto mengalami kekurangan siswa.

Melansir dari halaman Detiknews, Selasa (25/06/2019), kekurangan siswa terjadi pada 4 sekolah meliputi SMAN 1 Kutorejo (11 siswa), SMAN 1 Trawas (36 siswa), SMAN 3 Mojokerto (66 siswa) dan SMAN 1 Mojokerto (114 siswa).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto, Mariyono angkat bicara terkait hal ini. Ia mengatakan kekurangan siswa tersebut harus segera teratasi.

Selain itu, ia juga menandaskan, kekurangan pagu di 4 SMAN tersebut bukan merupakan faktor kesengajaan, melainkan aturan baru Zonasi yang dinilai kurang memuaskan para siswa dan wali murid.

Mariyono juga mengutarakan pada wartawan, Selasa (25/06/2019), kekurangan siswa tersebut akan segera kami atasi. Wali murid yang datang ke SMAN tersebut tidak boleh anaknya ditolak, sehingga anaknya tidak bisa sekolah. Hal ini akan menyalahi peraturan perundang-undangan.

Jalan Keluar

Kepala Cabdin itu megaku sejauh ini kendala kekurangan siswa tersebut telah diajukan ke Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ironisnya hingga saat ini masih belum ada tanggapan resmi terkait jalan keluarnya.

Sembari menunggu putusan dari Dinas Pendidikan Jawa Timur, Mariyono mempersilahkan beberapa wali murid untuk mendaftarkan anak didinya agar mengisi kuota yang masih belum terpenuhi di 4 SMAN terkait.

Syarat wajib yang harus diajukan yaitu surat permohonan ke masing-masing sekolah yang akan dituju. Namun permohonan itu ditujukan hanya pada para siswa yang sudah terjaring PPDB dan masih belum terdaftar secara resmi di sekolah manapun.

Pemetaan Siswa

Kekurangan siswa tersebut merupakan bentuk dari pemetaan aturan baru yakni PPDB Sistem Zonasi. Hingga saat ini kelangsungan program tersebut masih belum sepenuhnya lancar dan tidak sesuai keinginan.

“Kami ingin warga Mojokerto terutama para wali murid merasa puas jika anak didiknya dapat diterima di SMAN yang menjadi pilihan masing-masing.

Mariyono juga mangatakan, 4 SMAN tersebut wajib melaporkan ke Cabang Dinas terkait kekurangan siswa baik itu berasal dari Zonasi atau luar daerah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here