Densus 88 Antiteror Ringkus Warga Jatim Terduga Teroris

0
28
Densus 88 Antiteror Jatim Ringkus Warga Diduga Teroris
Foto : Densus 88 Antiteror

Kabar kurang baik melanda bumi Reog, Ponorogo. Kabarnya Densus 88 Antiteror Polda Jawa Timur melakukan penggerebekan pada salah satu warga yang diduga mencurigakan.

Melansir dari halaman Tribunnews, Senin (01/07/2019), penangkapan teroris itu berlangsung di Desa Pohijo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Terduga yang bernisial AD itu tak sempat berbuat apa-apa pada saat kejadian berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di jalur Sampung – Pohijo.

Menurut saksi mata, Marji (40 tahun), ia langsung menceritakan kronologi kejadian pada media, Senin (1/07/2019).

Marji mengungkap, ada sejumlah Densus 88 Antiteror yang diterjunkan pada kejadian itu. Beberapa diantaranya mengendarai 4 motor polisi, 3 mobil Toyota Kijang Innova dan 5 mobil patroli.

“Saya tidak tahu pasti berapa banyak anggota polisi yang diterjunkan, namun saya menduga paling tidak ada 30 orang yang ditugaskan pada kejadian itu,” ungkap saksi mata itu.

Proses Penangkapan Terduga

Menurut Marji, anggota Densus 88 Antiteror itu langsung menuju ke jalur alternatif Jawa Tengah, tepatnya berada di jalur Sampang – Pohijo, Ponorogo.

Mereka mendapat informasi dari para warga bahwa terduga akan melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi, Toyota Avanza Silver plat nomor B.

Marji mengutarakan, kejadian penangkapan itu berlangsung tepat berada di depan rumahnya sekitar pukul 14.25 WIB, Minggu (30/06/2019).

Ia juga menambahkan, mobil terduga itu langsung dihentikan lalu diperiksa anggota Densus 88 Antiteror.

Hingga akhirnya, terduga diringkus petugas bersamaan dengan mobil pribadinya.

“Setelah menggeledah mobil dan barang bukti ditemukan, terduga langsung ditengkurapkan lalu dibawa petugas,” terang Marji.

Himbauan Petugas

Di TKP, ada para warga sekitar yang tengah menyaksikan kejadian berlangsung itu. Beberepa dari mereka memotret dan merekam peristiwa itu menggunakan telepon seluler.

Akan tetapi salah satu reserse Densus 88 Antiteror menghimbau mereka untuk menghapus hasil tangkapan dan rekaman video tersebut.

“Kasus ini biar menjadi tanggung jawab pihak kepolisian, dan kami berharap Bapak/Ibu sekalian tidak mengunggahnya ke media sosial,” ungkap anggota Densus 88 Antiteror itu. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here