Dari NU Hingga Kemenag, Penentuan Awal Puasa 2021

Reportasee.com – Penetapan awal puasa Ramadhan menjadi momentum yang sangat di tunggu-tunggu umat muslim pada setiap tahunnya. Hal ini menjadikan penentuan tanggal pertama puasa juga menjadi hal yang di tunggu untuk melaksanakan ibadah.

Pelaksanaan Awal puasa pada setiap negara bisa jadi akan berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan munculnya bulan yang menandakan bahwa bulan sudah memasuki 1 ramadhan 2021.

Di Indonesia sendiri, meskipun mayoritas warga negaranya beragama islam. Namun terdapat beberapa perbedaan pelaksanaan awal puasa. Hal ini di sesuaikan dengan aliran atau sekte yang di anut oleh masyarakat Indonesia. Diantaranya seperti Muhamadiyah, NU, Ahmadiyah, Salafiyah, dan lain sebagainya.

Umumnya setiap sekte ini mempunyai perhitungan atau persepsi masing-masing sehingga terjadi perbedaan awal pelaksanaan puasa. Ketika awal pelaksanaaa puasa berbeda sudah barang tentu perayaan Idhul fitri juga berbeda.

Lalu tanggal  mana yang sebenarnya paling benar?

Jika anda sebagai warga negara Indonesia bingung hendak melaksanakan bulan puasa pada tanggal berapa. Sedangkan anda merasa pendapat dari beberapa kalangan seperti NU, Muhamadiyah, dan lainnya sama-sama benar. Maka anda dapat mempertimbangankan ketetapan pemerintah.

Pemerintah menetapkan awal pelaksanaan puasa melalui kementrian agama dan sudah di laksanakan sidang sebelumnya. Sebagai informasi anda perlu menyimak penentuang tanggal puasa dari NU, Muhamadiyah, dan Juga Kementrian Agama.

Penetapan Awal Puasa Menurut NU

Nadhatul ulama akan melaksanakan Riyahul Hilal pada Senin, tanggal 12 April 2021. Berdasarkan laman resmi milik Nadhatul Ulama ini dijelaskan bahwa Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU atau LFPBNU sudah melakukan perhitungan hilal ramadhan di Indonesia tahun 2021 ini atau 1142 H.

LFPBNU telah melakukan perhitungan dengan menggunakan Hisab Jama’i yang telah di Lakukan di Markaz Kantor PBNU yang berlokasi di Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta. Dimana berada di titik koordinat 6° 11′ 25″LS 106° 50′ 50″ BT.

Bersadarkan Hisab tersebut dapat di ketahui bahwa tinggi hilalnya sudah mencapai kriteria imkanur rukyah atau dapat di katakan hilal terlihat dengan besaran sebesar 2 derajat. Sementara tinggi hilal di wilayah lain sebesar 3 derajat.

Dari sebanyak 34 provinsi di Indonesia, hanya ada terdapat 3 provinsi yang memperoleh hasil hilal kurang dari 2 derajat. Yakni terleltak pada Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan juga Papua barat.

Sekretasi LFPBNU menyatakan bahwa parameter hilal terkecil pada puasa tahun ini terletak pada kota Jayapura atau Papua Barat. Sedangkan Parameter tertingginya berada di Kota Sukabumi Jawab Barat.

Penetapan Awal Puasa Menurut Muhamadiyah

Pihak Pimpinan Pusat Muhamadiyah telat menetapkan malkumat yang berkaitan dengan hasil hisab yang di laksanakan muhamadiyah untuk perhituangan awal Ramadhan, Sayawal hingga Dzulhijah 1442 Hijriah.

Pada maklumat yang di keluarkan oleh muhamadiyah dengan nomor maklumat 01/MLM/I.0/E/2021 dimana telah ditandatangani oleh ketua pimpinan pusat Muamadiyah. Dalam muhamadiyah telah menetapkan bahwa Ramadhan akan jatuh pada Selasa 13 April 2021. Sedangkan hari raya idhul fitri akan jatuh pada 12 Mei 2021.

Selain itu dalam maklumat ini juga di terangkan bahwa 1 Dzulhijah 1442 Hijriah akan jatuh pada tanggal 10 Juli 2021 nanti. Sehingga masyarakat muhamadiyah akan merayakan hari raya idhul adha 2021 ini pada 20 Juli 2021.

Penetapan ini sudah resmi di keluarkan oleh pihak Muhamadiyah bahkan Ketua penyurus pusat beserta sekretarisnya sudah menandatangani maklumat ini. Sehingga keputusan ini dapat di katakan resmi.

Penetapan Awal Puasa Menurut Kemenag

Selain dari kedua sumber besar di Indonesia yakni NU dan Muhamadiyah, salah satu sumber yang dapat di jadikan acuan penetapan puasa ramadhan yakni Kemenag. Pemerintah melalui Kementrian Agama atau biasa di singkat dengan kemenag akan menggelar sidang isbat atau sidang dengan tujuan penetapan awal ramadhan 1442 H pada hari Senin, 12 April 2021.

Khoiron Dhurori selaku Humas dari Kemenag menyatakan bahwa sidang isbat ini akan sudah di rencakan akan di gelar di Auditorium H.M Rasiji, Kemenag RI di Jalan MH Thamrin Nomor 6, Kota Jakarta. Humas Kementrian Agama ini memaparkan penentuan awal ramadhan di lakukan kemenag dengan pengamatan hilal yang di lakukan di seluruh sudut di Indonesia.

Sidang Isbat keputusan pelaksanaan awal ramadhan di tetapkan pada 12 April yang mana hal ini bertepatan pada 29 Sya’ban 1442 Hijriah. Menurut Kemenag Sidang Isbat terbagi menjai tiga tahapan, diantaranya:

  • Sidang Isbat penentuan awal ramadhan akan di gelar setelah pelaksanaan shalat maghrib, gelaran ini di lakukan secara tertutup. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan lebih khidmat dan fokus.
  • Pernyataan mengenai posisi hilal awal ramadhan 1442 H, hal ini di laksanakan oleh para anggota RIM Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Pelaksanaan ini dilakukan tepat pukul 16.45 WIB
  • Selanjutnya, Konferensi pers hasil sidang isbat yang akan di siarkan di beberapa kanal TV. Diantaranya TVRI, RRI, dan Media Sosial resmi milik kementrian agama republik Indonesia.

Pada tahun 2021 ini pemerintah melalui kemenag menurunkan jumlah lokasi pemantauan hilal. Pada tahun sebelumnya lokasi penentuan Hilal ini di lakukan pada 86 lokasi di Indonesia dan pada tahun ini hanya di lakukan hanya di 34 provinsi di Indonesia.

Pelaksana sidang isbat kali ini terdiri dari jajaran kementrian agama republik Indonesia. Diantaranya Kemenag Kabupaten Kota yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama Setempat, kantor Wilayah Kementrian Agama, Organisasi Masyarakat Islam, dan tak terkecuali juga Instansi setempat yang terkait.

Metode Penentuan Awal Ramadhan

Umumnya penetapan pelaksanaan puasa ini di lakukan dengan dua metode. Penentuan ini berlandaskan pada pada penampakan hilal atau bulan sabit muda. Sebagaimana umat islam menggunakan kalender hijriah yang berdasarkan peredaran bulan.

Metode pertama pertama penentuan awal puasa yakni Metode Rukyat. Rukyat yaitu metode penentuan awal puasa dengan mengobservasi benda-benda langit untuk melakukan verivikasi hasil hisab. Metode selanjutnya yakni Metode Hisab yang mana metode ini di lakukan dengan menghitung posisi benda langit, khususnya pada bulan dan matahari.

Kedua metode tersebut ibarat seperti mata uang, yang mana salah masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya. Meskipun pada beberapa waktu lalu hasil dari kedua metode ini memiliki hasil yang berbeda dalam penentuan tanggal antara awal dan akhir ramadhan. Namun kedua metode ini tetap di pakai karena keakuratannya. Perbedaan hasil ini tidak dapat di kondisikan mengingat objek pengamatan sebagai dasar penentuannya adalah benda langit.

Meskipun akan selalu terdapat perbedaan dalam pelaksanaan awal dn akhir puasa ramadhan ini, kemenag selalu berharap antar umat islam tidak ada perselisihan pendapat yang menjadikan satu dan lainnya terdapat selisih faham. Sehingga timbul rasa saling menghargai dan menghormati antar umat islam.

Berikut adalah Penetapan awal puasa ramadhan berdasarkan pendapat Kaun Nadhatul Ulama, Muhamadiyah, dan juga Pemerintah melalui Kemenag. Dari ketiganya dapat di simpulkan bahwa pelaksanaan awal puasa ramadhan secara serentak di laksanakan pada Selasa, 13 April 2021