China Mainkan Peran Konstruktif di Kutub Utara

0
197
China Akan Memainkan Peran Konstruktif di Kutub Utara

INTERNASIONAL,- Berita internasional terbaru hari ini hadir dari negeri Beijing. China bekerja dengan semua pihak untuk memainkan peran konstruktif yang berada di Kutub Utara.

Hal itu disampaikan kementerian luar negeri, (Selasa 7/5/2019), ketika Amerika Serikat memperingatkan tentang keterlibatan Beijing yang berada di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan Rusia berperilaku agresif di Kutub Utara dan juga tindakan Cina ketika di kawasan sana harus diawasi dengan ketat, di tengah meningkatnya perpecahan di wilayah kutub, terkait pemanasan global.

Ketika tiba di Finlandia utara untuk pertemuan negara-negara wilayah di Kutub Utara. Pompeo menyatakan bahwa Cina tampaknya mempunyai tujuan keamanan nasional di sana, dan kegiatan Rusia, termasuk rencana untuk saluran pengiriman dari Asia ke Eropa utara.

Di Beijing, Geng Shuang juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa kritik Pompeo “sama sekali tidak selaras dengan fakta”.

Ia menyatakan kepada berita harian: “Ini tidak konsisten dengan kecenderungan umum kerja sama damai di Kutub Utara. Sepenuhnya membingungkan yang salah dengan yang salah, dan memiliki motif tersembunyi.”

Masalah Arktik tidak hanya menyangkut negara-negara di Arktik. Hal tersebut memiliki signifikansi global, dan China tidak akan terlibat dalam masalah yang murni menyangkut negara-negara tersebut, ibuhnya.

“Tetapi pada masalah lintas-regional dan global Arktik, China tidak akan absen dan juga dapat serta akan memainkan peran konstruktif.”

China bersedia bekerja dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama melindungi Kutub Utara, dan membuat kontribusinya sendiri bagi stabilitas, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan yang terdapat di kawasan tersebut, imbuhnya.

Negara-negara telah berebut dalam arti mengklaim wilayah. Seperti halnya China, meningkatkan kehadiran mereka di wilayah ketika es mencair serta meningkatkan kemungkinan mengeksploitasi banyaknya cadangan minyak dan juga gas yang belum ditemukan di dunia yang tersisa dan deposit mineral yang sangatlah besar.

Dewan Arktik mengelompokkan Amerika Serikat, Rusia, Norwegia, Kanada, Denmark, Finlandia, dan Islandia. Cina memiliki status pengamat sejak 2013. *** Sumber: Channel News Asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here