Mendagri Sampaikan Hal Penting Soal Pemilu

0
98
Mendagri Sampaikan Hal Penting Soal Pemilu

JAKARTA,- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyampaikan materi dalam Kuliah Umum mahasiswa SI, S2, dan S3 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Auditorium STIK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Dalam kesempatan itu Tjahjo memberkan materi “Memantapkan Proses Demokrasi Dalam Rangka Mewujudkan Keberhasilan Pembangunan di Indonesia”. Ia menyampaikan sembilan catatan penting dalam menjalankan agenda demokrasi, terutama dalam menghadapi Pemilu Serentak 2019.

Pertama, Pemilu merupakan agenda negara sesuai amanat konstitusi yang menjadi tugas bersama untuk mensukseskannya. Kedua, diperlukan dukungan sosialisasi terhadap setiap rangkaian tahapan Pemilu melalui berbagai cara. Dianaranya seperti melalui media massa, alat peraga, serta dialog. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih.

Ketiga, mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, serta rahasia (Luber) jujur dan adil (Jurdil) aman, demokratis, damai, serta bermartabat.

Mendagri; Prinsip Demokrasi

“Ini prinsip untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita,” kata Mendagri.

Keempat, pentingnya sinergitas serta soliditas di antara stakeholder. Misalnya, lembaga polisi, TNI, BIN, dan pemangku kepentingan lainnya, harus bersatu di bidang keamanan dan ketertiban.

“Dalam penegakan hukum, Kemenkumham, MK, MA, dengan Kejaksaan, Kepolisian, Bawaslu dan Gakkumdu harus bersatu. Selain itu, KPU harus bersatu dengan pemerintah pusat juga pemerintah daerah,” ujar Mendagri.

Tegas Tanpa Diskriminasi

Kelima, netralitas serta sikap tegas tanpa diskriminasi. Dalam konteks menjaga situasi keamananan, TNI, Polri, serta ASN diminta menjaga sinergi serta konektivitas dan membangun komunikasi tanpa mengurangi netralitas.

Keenam, diperlukan upaya deteksi dini serta pemetaan terhadap adanya kemungkinan gangguan keamanan, hoax, provokasi, kampanye fitnah, ujaran kebencian, serta politisasi SARA.

“Patut diawasi ancaman yang bisa mengganggu Pemilu, ingin menang Pemilu dengan segala cara,” ujar Tjahjo.

Ketujuh, semua pihak harus responsif terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat, melihat dinamika serta opini yang berkembang di masyarakat.

Kedelapan, harus dilibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh agama, dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat. Selain itu, juga melibatkan forum komunikasi di masyarakat, seperti Forkompinda.

Terakhir, masyarakat harus waspada terhadap ancaman teror dengan aktif menjaga lingkungan setempat melalui Siskamling. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here