Cara Mengobati Dislokasi Rahang, Lagi Viral Gegara Tertawa Berlebihan

Advertisement

Cara mengobati dislokasi rahang penting untuk Anda ketahui agar terhindar dari kejadian yang sedang viral karena tertawa berlebihan tersebut.

Memang menertawakan hal lucu wajar terjadi bahkan membuat orang sampai tertawa terbahak-bahak.

Tetapi Anda perlu mengendalikan tertawa jangan sampai mengalami kejadian yang sama seperti seorang perempuan satu ini.

Pasalnya beredar rekaman video yang ada di unggahan akun Instagram bernama @fakta.indo.

Dalam unggahan tersebut, tampak perempuan yang tengah berada di luar bersama teman-temannya.

Advertisement

Masih di video yang sama, ia dan temannya kedapatan menertawakan suatu hal.

Namun perempuan tersebut kelepasan tertawa sampai tidak terkontrol.

Alhasil ia mengalami kondisi bernama dislokasi rahang yaitu pergerakan posisi rahang yang menyebabkannya kesulitan menutup mulut.

Bahkan ia berusaha sekuat tenaga agar dapat menutup mulutnya serta membenarkan sendi yang posisinya bergeser.

Terlihat wanita tersebut sangat kesakitan ketika melakukan semua itu sendirian.

Advertisement

Setelah ia berhasil mengatasi pergeseran rahang yang tiba-tiba terjadi, perempuan dalam video tidak sanggup menjawab pertanyaan teman-temannya.

Lagi Viral, Ini Cara Mengobati Dislokasi Rahang

Karena videonya menjadi viral, banyak orang yang khawatir mengalami pergeseran rahang serupa akibat tertawa berlebihan.

Kendati demikian kondisi tersebut bisa dokter obati dengan beberapa tindakan tertentu.

Apa saja tindakan yang bisa dokter lakukan? Berikut informasinya untuk Anda.

1. Reduksi Secara Manual

Advertisement

Sebagai langkah dalam cara mengobati dislokasi rahang, pihak dokter gigi bisa mengembalikan posisi rahangnya ke posisi semula dengan cara manual.

Tahapan yang akan dokter lakukan yaitu:

 – Dokter menempatkan kedua ibu jari di dalam gigi geraham bawah sebelah kiri dan kanannya.

 – Sesudah itu keempat jari lain dokter tempatkan di rahang bagian luar.

 – Kemudian dengan genggaman yang kuat, dokter menekan serta mendorong tulang rahang bawah agar bisa mengembalikan posisinya ke semula.

Advertisement

Sesudah rahang kembali ke posisi semula, dokter nantinya membalut rahang serta kepala pasien menggunakan kain kasa.

Langkah satu ini bertujuan untuk menjaga rahang agar tak kembali bergeser selama waktu penyembuhan.

Umumnya pasien harus menggunakan balutan kasa tersebut selama beberapa hari.

Selama masa penyembuhan, dokter juga menyarankan penderita untuk tidak menguap ataupun membuka rahang terlalu besar.

Hal ini bertujuan untuk mencegah kondisi pergeseran bisa semakin parah.

Advertisement

2. Operasi

Pada keadaan yang parah, operasi kemungkinan menjadi jalan satu-satunya cara agar bisa mengembalikan posisi rahang ke tempat semestinya.

Langkah ini bisa dokter lakukan untuk mengurangi ukuran otot yang ada di sekitar rahang.

Dengan cara tersebut, sendi rahang nantinya kembali kencang dan bisa mencegah terjadinya pergeseran di kemudian hari.

3. Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri

Sesudah rahang kembali ke tempatnya semula, dokter memberikan obat agar bisa meredakan rasa nyeri.

Bukan hanya itu, untuk mempercepat waktu pemulihan, Anda juga dapat mengompres rahang memakai es batu dengan durasi 10 sampai 20 menit.

Ulangi langkah tersebut setiap 2 hingga 3 jam satu kali.

Jangan lupa untuk konsumsi makanan yang halus supaya rahang tak banyak bergerak.

Cara Mencegah Pergeseran Sendi

Di samping itu, Anda bisa mengupayakan untuk mencegah terjadinya pergeseran sendi seperti yang terjadi oleh wanita di dalam video viral tersebut.

Adapun cara pencegahannya sendiri bisa Anda lakukan ketika berolahraga gunakan alat pelindung lengkap seperti helm ataupun peralatan pelindung bagian wajah lainnya.

Selain itu Anda juga harus berhati-hati ketika makan, tertawa, menguap supaya tidak membuka mulut terlalu besar.

Itulah beberapa cara mengobati dislokasi rahang yang bisa Anda terapkan jika mengalami kondisi seperti wanita di dalam video.

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *