32 C
Indonesia
Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaBeritaCara Mengatur Keuangan, Mudah dan Sederhana

Cara Mengatur Keuangan, Mudah dan Sederhana

Reportasee.com – Cara Mengatur Keuangan, Mudah dan Sederhana. Mengendalikan keuangan bulanan sesungguhnya susah- susah mudah. Banyak orang berguru ataupun semata- mata membaca postingan panduan mengelola keuangan yang baik serta benar.

Belajar dari para pakarnya secara langsung ataupun via online. Itu sah- sah saja mengingat mengendalikan keuangan sangat berguna untuk masa depan finansial Kamu.

Mengendalikan keuangan bukan saja memperhitungkan tiap pendapatan serta pengeluaran, tetapi juga belajar gimana metode keduanya berjalan balance, tidak besar pasak daripada tiang sehingga memunculkan defisit keuangan.

Oleh karenanya, butuh mengenali betul perinci pengeluaran jangka pendek serta jangka panjang, dan melaksanakan upaya penghematan.

Bila masih bimbang, ini nih terdapat sebagian metode mengatur keuangan yang di jamin jitu buat membangun masa depan keuangan lebih normal.

Begini Cara Mengatur Keuangan yang Mudah dan Sederhana

1. Mengendalikan Pendapatan dengan Prinsip 50- 20- 30

Cara mengatur keuangan yang satu ini sangat simpel, tetapi tidak banyak orang ketahui. Jadi mengendalikan anggaran dengan sistem 50- 20- 30. Apa itu? Tiap pendapatan ataupun pemasukan yang Kamu terima tiap bulan, alokasikan 50% dari uang tersebut buat bayaran hidup tiap hari, semacam makan, bayaran transportasi, membayar sewa rumah, tagihan listrik serta air, tercantum tagihan kartu kredit.

Berikutnya, sisihkan 20% dari pendapatan buat tabungan serta investasi. Kamu wajib mengalokasikan uang buat dana darurat, misalnya di kala Kamu jatuh sakit, motor rusak, ataupun peristiwa tidak terduga yang lain. Jangan lupa pakai juga buat investasi di dana pensiun ataupun instrumen investasi lain. Dana ini jangan sampai diganggu gugat.

Sebaliknya sisa anggaran 30% dari pendapatan Kamu buat hiburan, liburan, belanja pakaian ataupun membeli benda yang di idamkan. Bila alokasi anggaran ini di kira sangat besar, Kamu dapat memperkecilnya. Sesungguhnya Kamu bisa membiasakan sendiri dengan senantiasa berpegang pada prinsip 50- 20- 30.

2. Mudahkan Diri Kamu Ketika Umur 80 Tahun

Di kala ini Kamu memanglah masih masuk dalam rentang umur generasi milenial 20- 30 tahunan. Tetapi coba Kamu bayangkan diri Kamu di umur 80 tahun. Apakah Kamu masih mau bekerja mencari uang ataupun ingin menikmati hidup bersama anak cucu? Bila tidak mau masa pensiun Kamu nelangsa tanpa bekal keuangan yang lumayan, pasti saja Kamu wajib mulai berpikir soal tabungan pensiun semenjak masih muda.

Baca:  Membangun Karakter Jujur pada Anak Sejak Dini

3. Siapkan Dana Pensiun

Tidak banyak orang yang memikirkan dana pensiun selagi mereka di umur produktif. Rata- rata mereka berpikir kalau uang yang di peroleh cuma buat penuhi kebutuhan saat ini. Sementara itu mereka wajib mempersiapkan dana ataupun tabungan pensiun. Di mana Kamu akan jadi tua serta telah tidak produktif lagi bekerja. Kamu bisa menyisihkan 10% dari pendapatan bulanan buat setoran dana pensiun.

Baca:  Membangun Karakter Jujur pada Anak Sejak Dini

4. Manfaatkan Asuransi Sebaik Mungkin

Jangan salah kaprah, sebagian polis asuransi jiwa di kala ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Di mana manfaat ataupun jaminan kematian bisa dibayarkan ketika tertanggung masih hidup.

Misalnya kala Kamu membeli asuransi buat ibu Kamu yang berumur 75 tahun, maka Kamu bisa mengajukan klaim asuransi buat bayaran perawatan ibu kala sakit. Nantinya pihak asuransi akan mengurangi manfaat kematian dengan jumlah uang yang telah cair buat bayaran penyembuhan.

5. Bijak Memakai Kartu Kredit

Walaupun lagi mengelola keuangan, Kamu tidak perlu menutup kartu kredit. Kamu dapat mendalami pinjaman dengan bijak memakai kartu kredit. Terus menjadi lama umur kartu kredit serta ketepatan waktu membayar cicilan akan terekam pada skor kredit Kamu.

Menutup kartu kredit pasti saja mengganggu skor kredit Kamu. Bila Kamu memiliki kartu kredit lama dengan limit yang layak, biarkan saja sebab Kamu bisa memanfaatkannya buat keperluan tiba- tiba.

6. Negosiasikan Bunga Ketika Mengajukan Pinjaman

Siapa bilang bunga pinjaman tidak dapat dinegosiasikan? Triknya gampang, tiba saja ke pihak bank buat membicarakan perihal tersebut. Kamu dapat membicarakan terpaut bunga serta tenor pinjaman. Tujuannya supaya tidak mengusik keadaan keuangan Kamu secara merata. Jadi, tidak seluruh pemasukan kamu bayarkan cuma buat cicilan.

7. Simpan Uang Receh

Jangan sepelekan duit receh. Simpanlah hasil kembalian dari warung, minimarket, serta lain sebagainya. Siapkan wadah buat menaruh uang receh tersebut supaya tidak berceceran. Nantinya uang receh ini akan terus meningkat serta dapat kamu gunakan saat- saat darurat, paling utama di bertepatan pada tanggal tua ketika dompet mulai cekak.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer