26.8 C
Indonesia
Rabu, Oktober 16, 2019
No menu items!

Bulan Bersinar Sangat Terang Dalam Fermi NASA

Wajib Baca

Tempat Wisata Di malang Ini Sangat Recommended

Di kota Malang terdapat berbagai tempat wisata yang menarik dan rekomended. Kota Malang sendiri adalah kota yang...

Kuliner Malam Khas Jogja Yang Recommended

Jogja yang dikenal sebagai kota budaya dan kota gudeg  memiliki macam-macam kuliner. Dari pagi hingga malam kota...

Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung Empat Sisi

Reportasee.com, - Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung di Keempat Sisinya. Teknologi ponsel saat ini sudah semakin berkembang....

Reportasee.com,- Bulan bersinar sangat terang dalam Fermi NASA. Boleh dibilang bahwa hal itu merupakan sinar gama yang berasal dari radiasi energi tinggi.

Menurut laporan ScienceDaily, Jumat (16/08/2019), Bulan akan tampak lebih terang daripada Matahari. Begitulah hasil tangkapan teleskop luar angkasa Fermi NASA terhadap sinar selama satu dekade terakhir.

Pengamatan sinar gama tidak cukup sensitif untuk melihat dengan jelas bentuk cakram Bulan atau fitur permukaan apapun. Sebagai gantinya, Large Area Telescope (LAT) Fermi NASA mendeteksi cahaya yang menonjol dan berpusat pada posisi Bulan di langit.

Ilmuwan dari Institut Nasional Fisika Nuklir, Italia, Mario Nicola Mazziotta dan Francesco Loparco telah menganalisis sinar gamma sebagai cara untuk memahami jenis radiasi lain dari ruang angkasa.

Dalam analisis itu, sinar kosmik berperan penting terhadap terjadinya fenomena tersebut.

“Sebagian besar sinar kosmik adalah proton yang dipercepat oleh beberapa fenomena paling energetik di alam semesta, seperti gelombang ledakan bintang yang meledak dan pancaran yang dihasilkan ketika materi jatuh ke lubang hitam,” jelas Mazziotta.

Sinar Kosmik Terhadap Bulan

Partikel-partikel sinar kosmik bermuatan listrik, mereka dipengaruhi oleh medan magnet. Akibatnya, sinar berenergi rendah itu mampu mencapai permukaan yang dapat mengubah Bulan menjadi salah satu detektor partikel berbasis ruang yang berguna.

Ketika sinar kosmik menyerang, mereka berinteraksi untuk menghasilkan emisi sinar gamma.

Mazziotta dan Loparco menganalisis pengamatan tersebut melalui LAT Fermi NASA untuk menunjukkan bagaimana pandangan itu meningkat selama berinteraksi.

Mereka mengumpulkan data terhadap sinar gamma dengan energi di atas 31 juta volt elektron (10 juta kali lebih besar dari energi cahaya yang tampak). Sinar itu mengaturnya seiring waktu dan menunjukkan berapa lama paparannya meningkatkan pandangan.

Sinar Gama di Bulan

Sementara sinar gamma sangat mengejutkan dan mengesankan, Matahari memang bersinar lebih terang dengan energi lebih dari 1 miliar volt elektron.

Sinar kosmik dengan energi lebih rendah tidak mencapai Matahari karena medan magnetnya yang kuat telah menyaringnya.

Meski begitu, sinar kosmik yang jauh lebih energik dapat menembus perisai magnet ini dan menyerang atmosfer Matahari yang lebih padat. Sehingga menghasilkan sinar gamma yang dapat mencapai Fermi. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Tempat Wisata Di malang Ini Sangat Recommended

Di kota Malang terdapat berbagai tempat wisata yang menarik dan rekomended. Kota Malang sendiri adalah kota yang...

Kuliner Malam Khas Jogja Yang Recommended

Jogja yang dikenal sebagai kota budaya dan kota gudeg  memiliki macam-macam kuliner. Dari pagi hingga malam kota gudeg ini tidak pernah sepi...

Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung Empat Sisi

Reportasee.com, - Oppo Patenkan Teknologi Layar Lengkung di Keempat Sisinya. Teknologi ponsel saat ini sudah semakin berkembang. Berbagai desain serta keunggulan ditawarkan...

Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan

Reportasee.com, - Realme XT Dilengkapi 48 MP Quad Camera, Harga Rp 3 Jutaan. Setelah memperkenalkan smartphone Realme 5 Pro yang dibekali dengan...

Hotel Syariah Di Turki Yang Bisa Jadi Rujukan

Bagi para traveler yang terbiasa melakukan perjalanan keliling dunia, Negara Turki bisa menjadi referensi pilihan selanjutnya. Khusus Anda para traveler muslim, jangan...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: