BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 11 Triliun

0
163
BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 11 Triliun

BANJAR,- BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan. Mekanismenya first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jayadi, Selasa (16/04).

Jayadi menjelaskan, upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Jayadi, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga sudah berkoordinasi dengan perbankan, sehingga kami bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerja kami telah dibayar,” tegas Jayadi.

Jayadi mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Jayadi juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,” ucap Jayadi.

BPJS Kesehatan Berkontribusi Industri Kesehatan dan Lapangan Kerja

Jayadi juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

Ia menuturkan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir. Sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS. Dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider). Kami juga mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabarannya selama ini,” imbuh Jayadi.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Banjar, terdapat 150 FKTP terdiri dari 62 Puskesmas, 48 Klinik, 37 DPP, 3 drg. Kemudian 16 FKRTL terdiri dari 7 Rumah Sakit, 7 Optik, dan 2 Apotik.

KC Banjar telah membayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Banjar adalah sebesar Rp 32.922.163.182 sepanjang Bulan April 2019. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here