Blue Moon “Bulan Biru” pada 19 Mei 2019

0
196
Penampakan Blue Moon 19 Mei 2019, Apakah Bulan Jadi Bulan Biru?

SAINS,- Bulan purnama secara khusus disebut dengan istilah “Blue Moon” atau “bulan biru”. yang akan nampak pada tanggal 19 Mei 2019. Fenomena Blue Moon dan Bulan Berwarna Biru ini terjadi hanya setiap dua atau tiga tahun sekali. Apa yang patut ditanyakan, benarkah bulan akan tampak biru?

Aktivis astronomi di komunitas Langit Salatan Bandung Aviva Yamani, menyatakan sebutan Blue Moon terkait dengan penampilan bulan purnama ketiga dari empat musim bulan purnama. Musim terhubung dengan negara yang memiliki empat musim, atau setiap musim adalah tiga bulan.

“Bulan purnama pada tanggal 19 Mei adalah Blue Moon karenanya bulan purnama ketiga pada musim ini. Kami sebenarnya tidak mengerti terminologi atau istilahnya awam yang biasa digunakan dalam 4 musim,” pungkasnya, Selasa, 14 Mei 2019.

Fisik penampakan, bulan purnama di Indonesia yaitu pada 19 Mei 2019 akan terlihat seperti bulan normal dengan warna pucat. Bahkan dalam empat musim. Bulan tidak menjadi biru. Penampilan Blue Moon juga bisa diartikan sebagai bulan purnama ekstra atau juga tambahan.

Dari halaman earthsky.org, fenomena Blue Moon terhubung dengan titik balik (equinox) atau ketika matahari melewati garis ekuatorial Bumi. Situasi dimulai pada musim semi di belahan bumi utara dan awal musim gugur di belahan bumi selatan.

Puncaknya, perkiraan sekitar 30 meteor per jam jatuh, datang dari rasi bintang Aquarius. Eta Aquarius adalah hujan meteor yang terkait dengan komet Hailey, yang berlalu sekitar 34 tahun yang lalu.

“Hujan meteor dapat diamati selama cuaca cerah, tidak dekat bulan purnama. Waktu terbaik untuk menunggu Eta Aquarids adalah ketika fajar atau sahur,” katanya.

Hujan meteor jarang jatuh sampai di tanah. Jika Anda mencapai tanah, itu akan menyebabkan kebakaran, lubang, dan korban jiwa.

Penampakan Blue Moon 19 Mei 2019

Blue Moon akan terletak di sisi berlawanan dari Bumi ketika matahari dan tampak akan sepenuhnya diterangi. Fase tersebut muncul pukul 05.11 WIB.

Karena ini yang ketiga dari empat bulan purnama musim ini, hal ini dikenal sebagai bulan biru. Biasanya, hanya terdapat tiga bulan penuh untuk setiap musim dalam setahun.

Bulan purnama terjadi setiap 29,53 hari, terkadang satu musim akan terdapat 4 bulan purnama. Bulan purnama tambahan musim ini dikenal sebagai bulan biru. Bulan biru ditemukan rata-rata setiap 2,7 tahun untuk satu kali penampakan.

Pada tanggal 20 Maret 2019, ada empat bulan purnama, yaitu 21 Maret, 19 April, 18 Mei, yang disebut Bulan Biru atau 19 Mei di Indonesia dan 17 Juni. Menurut astronom Tri L. Astraatmadja di dalam tulisnya pada halaman komunitas, Langit Salatan, bulan biru muncul setiap 2,71 tahun.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here