
Menyambut semarak bulan suci Ramadan tahun ini, kerinduan masyarakat Jawa Barat akan tradisi masa lalu yang ikonik akhirnya terbayar lunas.
Bank bjb secara resmi kembali menggelar program hiburan spesial bertajuk bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot di berbagai titik strategis di wilayah Jawa Barat.
Acara tahunan ini dirancang bukan sekadar untuk menanti waktu berbuka puasa, melainkan sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.
Bagi sebagian besar masyarakat Sunda, terutama generasi yang tumbuh di era 90-an, tradisi ini memegang nilai nostalgia yang sangat tinggi.
Kehadiran program bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot diharapkan mampu menjadi oase kebersamaan di tengah gempuran hiburan digital yang serba instan.
Lebih lanjut, acara ini diramu dengan konsep festival rakyat yang ramah untuk dinikmati semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Ringkasan Berita
Mengenang Sejarah Ikon Legendaris Jawa Barat
Membicarakan acara bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot tentu tidak bisa lepas dari sosok utama yang menjadi magnet daya tariknya.
Haji Geyot sejatinya bukanlah sekadar patung atau boneka biasa yang dipajang secara pasif di sudut jalan.
Sejak pertama kali diciptakan oleh seniman lokal bernama Joen Rustandi pada era 1990-an, sosok ini telah menjelma menjadi simbol khas semarak bulan puasa di Bandung dan daerah sekitarnya.
Daya tarik utamanya terletak pada gerakan mekanis di bagian pinggul yang berayun ke kiri dan ke kanan.
Dalam bahasa Sunda, gerakan ritmis yang unik dan jenaka ini disebut dengan istilah ngageyot.
Dari situlah, masyarakat secara spontan menyematkan nama “Haji Geyot” pada boneka penghibur tersebut.
Bahkan, pada masa kejayaannya, kehadiran boneka ini selalu dinantikan layaknya pertunjukan utama di sore hari.
Anak-anak kerap berkumpul mengelilingi panggung kecil tempat boneka ini beraksi, sementara para orang tua asyik menikmati waktu mengobrol santai.
Memorabilia kolektif inilah yang berusaha dibangkitkan kembali untuk menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya di tengah masyarakat modern.
Seiring berjalannya waktu dan pesatnya modernisasi, keberadaan ikon legendaris ini memang mulai jarang terlihat di ruang publik.
Oleh karena itu, langkah untuk kembali menghadirkan bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot menjadi aksi penyelamatan budaya yang krusial.
Tradisi yang hampir pudar ini dihidupkan kembali agar generasi muda dapat mengenal kekayaan warisan budaya mereka sendiri.
Jadwal dan Lokasi bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot
Sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme warga yang sangat membeludak pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, jangkauan acara tahun ini resmi diperluas.
Berdasarkan catatan kesuksesan di Masjid Raya Lembang dan Alun-Alun Banjaran pada tahun lalu, gelaran kali ini akan menyapa lebih banyak wilayah.
Masyarakat dapat menikmati kemeriahan acara bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot di beberapa pusat keramaian berikut ini:
- Ujung Berung – 7 Maret 2025
- Alun-Alun Cililin – 11 Maret 2025
- Area Masjid Pusdai – 12 Maret 2025
- Alun-Alun Majalaya – 14 Maret 2025
- Alun-Alun Cicalengka – 17 Maret 2025
- Alun-Alun Ciwidey – 19 Maret 2025
Pemilihan alun-alun kota dan masjid raya sebagai titik pelaksanaan bukanlah tanpa alasan strategis.
Lokasi-lokasi tersebut secara historis selalu menjadi pusat berkumpulnya warga (melting pot) saat menghabiskan sore hari di bulan Ramadan.
Pendekatan ini menjamin tingginya partisipasi masyarakat sekitar.
Ragam Kegiatan Menarik Sembari Menunggu Azan
Tidak hanya menyuguhkan aksi nostalgia dari boneka yang bergoyang, acara ini telah dirancang secara komprehensif layaknya sebuah festival mini.
Bank bjb memastikan bahwa setiap pengunjung yang datang akan mendapatkan pengalaman yang interaktif dan berkesan.
Beberapa agenda utama yang akan meramaikan suasana sore hari meliputi:
- Tausiyah inspiratif oleh Ustaz M. Totoh Naufal yang menyejukkan hati.
- Live acoustic performance untuk menghidupkan suasana santai nan hangat.
- Pertunjukan kabaret interaktif yang siap mengundang gelak tawa penonton.
- Penampilan energik namun tetap menjunjung kesopanan dari Sweet Java Dancer.
- Permainan (games) dan kuis interaktif dengan berbagai doorprize menarik.
- Pembagian takjil gratis kepada para pejalan kaki dan warga yang berkunjung.
Keseluruhan rangkaian acara tersebut akan dipandu secara tertata dan profesional oleh MC Dodo Dondi beserta rekannya.
Kehadiran pembawa acara yang supel ini dipastikan akan semakin menambah keseruan, menjaga ritme panggung, dan menciptakan kehangatan di tengah kerumunan massa.
Membawa Misi Sosial Melalui Tema “Berkah Ramadan”
Lebih dari sekadar memori kolektif dan panggung hiburan, bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot juga mengusung misi kemanusiaan yang kuat.
Pada pelaksanaannya kali ini, bank bjb mengangkat tema besar “Berkah Ramadan, Berbagi Kebaikan” sebagai wujud nyata dari implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Rangkaian kegiatan tidak hanya berpusat pada kegembiraan semata, tetapi juga pada aksi peduli terhadap sesama.
Sepanjang tur di berbagai kota, bank bjb secara konsisten membagikan takjil gratis bagi para musafir dan masyarakat umum.
Selain itu, diadakan pula sesi buka puasa bersama yang secara khusus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi.
Puncak dari aksi sosial ini adalah pemberian santunan serta bantuan paket pangan.
Bantuan tersebut disalurkan secara langsung kepada anak-anak yatim piatu serta kalangan masyarakat yang kurang mampu.
Langkah ini menegaskan prinsip bahwa kebahagiaan bulan suci harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kepedulian terhadap kelompok rentan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa esensi sesungguhnya dari ibadah puasa adalah menahan ego dan menumbuhkan empati.
Distribusi bantuan ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama masyarakat Indonesia.
Komitmen Pelestarian Budaya oleh Bank bjb
Melalui gelaran meriah bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot, bank bjb kembali membuktikan posisinya yang bukan sekadar entitas bisnis finansial semata.
Sebagai lembaga perbankan yang lahir, tumbuh, dan berkembang dari rahim masyarakat Jawa Barat, pelestarian kearifan lokal telah mendarah daging dan menjadi bagian dari DNA perusahaan.
Program edukasi berbalut hiburan ini terbukti menjadi jembatan antar-generasi yang sangat efektif.
Di satu sisi, generasi tua dapat bernostalgia manis dengan kenangan masa lalu, sementara di sisi lain, generasi muda diperkenalkan pada kekayaan tradisi lokal.
Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa arus modernisasi tidak selalu harus mengorbankan identitas budaya suatu daerah.
Pada akhirnya, bulan suci Ramadan merupakan momentum emas untuk merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat merenggang akibat kesibukan sehari-hari.
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk hadir langsung bersama keluarga dan sahabat tercinta di bjb Ngabuburit Bersama Haji Geyot.
Segera agendakan kunjungan Anda, dan mari ramaikan momen penuh berkah di kota-kota yang telah disiapkan!





