Home Berita Berita Aset Kripto Bitcoin Untuk Penambang Cryptocurrency

Berita Aset Kripto Bitcoin Untuk Penambang Cryptocurrency

Berita Aset Kripto Bitcoin Untuk Penambang Cryptocurrency
Berita Aset Kripto Bitcoin Untuk Penambang Cryptocurrency

Reportasee.com –  Berita aset kripto Bitcoin merupakan salah satu informasi penting yang kerap penambangnya pantau.

Kemunculan Bitcoin sendiri kerap menjadi kontroversi sejak tahun 2009 silam.

Kontroversi ini seperti halnya aset kripto atau cryptocurrency lain yang mengikuti setelah kemunculannya.

Aset Bitcoin banyak menuai kritik akibat volatil serta pemakaiannya dalam transaksi secara illegal.

Selain itu kritik juga berlaku dalam transaksi memerlukan pemakaian listrik selangit guna menambangnya.

Karena itulah tak heran berita aset kripto Bitcoin selalu jadi perbincangan hangat di sejumlah negara.

Harga Btc Anjlok Jadi Berita Aset Kripto Bitcoin Utama

Salah satu berita aset kripto Bitcoin yang kerap menjadi sorotan adalah harga mata uangnya.

Belum lama ini harga sejumlah aset kripto terus melanjutkan tren penurunan harga pada perdagangan Senin 20 September malam hari.

Penyebab penurunan tersebut karena para investor yang sedang khawatir atas melemahnya sejumlah instrumen investasi.

Di mana terdapat resiko yang terbilang tinggi seperti saham maupun aset kripto.

Harga salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar yakni bitcoin sempat anjlok sampai 10 persen.

Penurunan berlangsung dalam kurun waktu satu hari terakhir.

Pada sesi Senin malam hari, perdagangan aset kripto tersebut berlangsung di kisaran harga 43.569 dollar AS.

Nilai tersebut setara dengan 620 juta rupiah untuk kurs Rp. 14.250 per satu dollar AS.

Bukan hanya untuk bitcoin, sejumlah aset kripto besar lain juga ikut melemah.

Sebut saja ethereum yang mengalami penurunan 9,71 persen.

Kemudian ada aset cardano, tether serta binance coin yang masing-masing turun 11,89%, 0.12%, dan 11.25%.

CEO Valkyrie Investment mengungkap aksi jual aset kripto tersebut termasuk dalam pola berkelanjutan.

Para investor menjual aset dalam instrumen resiko tingginya guna menutupi margin.

Atau upaya lain yakni menunggu lebih dahulu sampai kondisi pasar lebih kondusif.

Sementara itu meskipun bitcoin tenang mengalami tren penurunan sama dengan pasar saham, kedua instrumen investasi itu tak mempunyai korelasi.

Pasar saham global juga tengah berguguran karena kekhawatiran terkait guncangan resiko dari raksasa properti Evergrande.

Hal ini juga berakibat langsung terhadap harga dalam berita aset kripto Bitcoin.

Perkembangan Terbaru Bitcoin Setelah Jadi Mata Uang El Salvador

Informasi berita aset kripto Bitcoin berikutnya yang menjadi perhatian banyak penambang yakni setelah ia menjadi mata uang resmi.

Seperti yang penambang tahu, belum lama ini Bitcoin menjadi mata uang resmi untuk negara El Salvador.

Perkembangan terkini terkait adopsi Bitcoin dalam El Salvador malah memberikan resiko sangat besar untuk negara itu.

Sebab Lembaga Pemeringkat Kredit S&P atau Standard and Poor Global menyatakan adopsi tersebut mempunyai implikasi negatif secara langsung.

Adopsi Bitcoin El Salvador yang sah sebagai mata uang menjadi penyebab paling besar rusaknya peringkat kredit dalam negara itu.

Berdasarkan laporan media setempat, ekonomi negara El Salvador berada dalam resiko keuangan yang cukup signifikan.

Bahkan pada industri pinjaman El Salvador terancam sebagai akibat dari kebijakan Bitcoin.

Pihak S&P Global membeberkan langkah terkait adopsi Bitcoin nantinya berdampak terhadap tipisnya peluang negara El Salvador.

Di mana dampak terhadap upaya guna mendapatkan perjanjian pinjaman yang berasal dari Dana Moneter Internasional yakni IMF.

Padahal dananya sendiri berjumlah cukup besar yaitu sekitar USD 1 miliar.

S&P mengungkap resiko terkait adopsi Bitcoin tampaknya lebih besar ketimbang manfaat yang berlaku.

Mereka juga menenkankan implikasi negatif secara langsung dari Undang-Undang terkait Bitcoin.

Sebelum presiden El Salvador mengumumkan niatnya adopsi Bitcoin, Fitch terlebih dahulu mencap negara itu dengan nilai B-.

Bahkan pihaknya menilai negara tersebut nantinya mengalami resiko tinggi pada kemudian hari.

Kepemimpinan dan kebijakan sang presiden telah mendapat reaksi keras karena peraturan Undang-undang Bitcoin.

Di sisi lain tingkat pengetahuan kripto di negara El Salvador masih terbilang rendah.

Tampaknya berita aset kripto Bitcoin tentang adopsi mata uang masih memiliki dampak negatif.

Komputer Sebagai Penambang Bitcoin Hanya Bertahan 1,3 Tahun Saja

Adapun berita aset kripto Bitcoin selanjutnya mengenai teknologi untuk menambang mata uang digital tersebut.

Sebuah penelitian teranyar berisi tentang komputer untuk penambangan Bitcoin maupun mata uang kripto.

Penelitian itu mengungkap komputer dengan spesifikasi mumpuni hanya dapat bertahan sampai 1,3 tahun. 

Pihak penerbit riset ini adalah jurnal ilmiah bernama Elsevier.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan jika perangkat guna menambang cryptocurrency jadi ancaman yang berdampak terhadap lingkungan.

Mengutip media lokal, komputer mining atau penambagng ini memiliki umur sangat pendek.

Kisaran umur sendiri apabila perbandingannya dengan perangkat elektronik lainnya seperti ponsel iPhone.

Selama 12 bulan terhitung sampai Mei, limbah elektronik hasil dari penambangan bitcoin bisa mencapai 30.700 ton.

Angka tersebut sebanding dengan jumlah limbah perangkat elektronik yang sebuah negara hasilkan contohnya Belanda.

Berdasarkan laporan, kian lama komputer untuk menambang bitcoin baru, maka kekuatan dalam pemrosesan semakin menipis.

Hal ini mengartikan semakin banyak nilai aset bitcoin otomatis kian besar juga limbah elektronik yang mereka hasilkan.

Walaupun angka hingga 30,700 ton begitu tinggi, ini belum seberapa dengan jumlah limbah elektronik yang ada di dunia.

Pada tahun lalu saja, sampah elektronik sudah mencapai angka 53,6 juta ton.

Dampak Bitcoin ataupun mata uang elektronik terhadap lingkungan rupanya bukan pertama kali beredar.

Sebelumnya Elon Musk sempat membuat cuitan yang berisi kritik penambangan bitcoin bisa merusak lingkungan.

Karena itulah berita aset kripto Bitcoin tentang dampaknya ini menjadi perhatian penting untuk penambang.

Peraturan Tentang Aset Kripto Bitcoin Di Sejumlah Negara

Salah satu berita aset kripto Bitcoin terpenting berikutnya adalah terkait aturan di sejumlah negara.

Sebab status hukum Bitcoin serta altcoin lainnya bervariasi dalam satu negara ke negara lainnya.

Sebagian besar negara tak menjadikan pemakaian Bitcoin secara illegal.

Statusnya sebagai komoditas atau alat pembayaran bervariasi dengan implikasi terkait peraturan berbeda.

Sejumlah negara sudah membatasi pemakaian aset kripto Bitcoin.

Beberapa negara juga sudah melarang pemakaian Bitcoin maupun cryptocurrency langsung bersama hukuman berat untuk penambang.

Seperti pada negara Aljazair, yang kini melarang pemakaian cryptocurrency setelah pengesahan undang-undang terkait keuangan di tahun 2018 lalu.

Dengan adanya aturan tersebut membuatnya illegal untuk menjual, membeli, menggunakan ataupun memegang jenis mata uang virtual.

Aturan serupa juga berlaku di negara Bolivia yang terdapat larangan lengkap pada pemakaian Bitcoin sejak tahun 2014 lalu.

Bank Sentral yang ada di negara Bolivia melarangnya juga mata uang lain yang tidak negara atur maupun zona ekonomi.

Negara berikutnya ada Cina yang menindak cryptocurrency dengan intensitas meningkat sepanjang tahun 2021.

Pejabat Cina sudah berulang kali mengeluarkan peringatan untuk warganya agar menjauhi pasar terkait aset digital.

Mereka juga telah menekan keras penambangan pada negara tersebut sekaligus pertukaran mata uang di Cina maupun luar negeri.

Tak heran kalau harga dalam berita aset kripto Bitcoin sebelumnya sempat mengalami penurunan signifikan.