32 C
Indonesia
Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaBeritaBendera Merah Putih Zaman Proklamasi Kemerdekaan

Bendera Merah Putih Zaman Proklamasi Kemerdekaan

Reportasee.com – Bendera merah putih berkibar tepat pada jam 10 pagi WIB, bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Dan 17 Agustus 1945 merupakan hari ketika Indonesia bisa menyatakan kemerdekaannya tanpa hadiah dari Jepang.

Proklamasi kemerdekaan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, bacakan di halaman rumahnya.

Padahal, sebenarnya tempat awal pembacaan proklamasi yaitu di Lapangan Ikada. 

Proses Pembuatan Bendera Merah Putih

Ibu Fatmawati langsung yang menjahit bendera pusaka untuk digunakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Fatmawati merupakan istri dari Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.

Pada saat Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka itu, air matanya sering menetes.

Cerita ini terungkap dalam buku yang karya Bondan Winarno berjudul “Berkibarlah Benderaku, Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka”.

Bondan Winarno sendiri menulis buku tersebut pada tahun 2003.

Selain itu, proses penjahitan bendera pusaka Ibu Fatmawati lakukan ketika masih berumur 21 tahun.

Kala itu, ia sedang menunggu kelahiran bayi pertamanya yang bernama Guntur Soekarnoputra.

Fatmawati menjahit bendera pusaka dengan sangat hati-hati dan telaten, padahal ia akan melahirkan anaknya dalam waktu dekat. 

Mesin jahit yang Ibu Fatmawati gunakan berjenis Singer. Ia mengerjakan sendiri dengan kedua tangannya.

Fatmawati menjelaskan dalam buku karya Bondan Winarno, bahwa dokter kandungannya tidak mengizinkan untuk menjahit dengan kaki.

Sangat besar sekali perjuangan Fatmawati demi menjahit bendera pusaka untuk kemerdekaan Negara Indonesia.

Ia rela memaksakan tubuhnya yang sedang mengandung untuk menjahit. 

Namun ada sebuah kejadian pada tahun 1948, tepatnya di Yogyakarta.

Ketika itu Mutahar membelah bendera merah putih menjadi dua bagian.

Hal tersebut Mutahar lakukan atas perintah langsung dari Ir Soekarno agar bendera tersebut dapat selamat.

Baca:  Wisata Wana Tirta Dander Bojonegoro Jatim

Alasannya adalah karena keadaan yang tidak aman.

Baca:  Niat Puasa dan Doa Berbuka Puasa Terlengkap

Beberapa waktu kemudian, ketika keadaan sudah berangsung membaik, proses penjahitan bendera kembali berjalan. 

Bendera Pusaka Tidak Dikibarkan saat HUT RI

Seperti yang sudah sejarah ungkap, bahwa setiap tanggal 17 Agustus, di Istana Negara berlangsung upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Namun ternyata yang setiap tahun berkibar itu bukan bendera pertama saat hari kemerdekaan tahun 1945.

Bendera merah putih setiap tahun berkibar adalah duplikat dari yang dijahit oleh Ibu Fatmawati.

Ternyata bendera pertama tersimpan di museum.

12 Agustus 1968, adalah waktu penyimpanan bendera merah putih di dalam museum dan tidak lagi digunakan setiap hari ulang tahun Indonesia.

Walaupun tersimpan di tempat yang terjaga dan aman, bendera tersebut tetap diperlihatkan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) sekaligus untuk menerima bendera duplikat.

Baru setelah bendera berkibar, yang asli dikembalikan ke Presiden. 

Sebenarnya, Adam Malik sudah meminta agar bendera asli tidak dikibarkan lagi sejak tahun 1967.

Agar tidak ada yang mengira bahwa perayaan Hari Kemerdekaan tidak sah tanpa bendera pusaka asli.

Editor : Deni Supendi

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer