More

    Bendera Merah Putih Zaman Proklamasi Kemerdekaan

    Reportasee.com – Bendera merah putih dikibarkan tepat pada jam 10 pagi WIB bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Dan 17 Agustus 1945 merupakan hari dimana Indonesia bisa menyatakan kemerdekaannya tanpa hadiah dari Jepang.

    Proklamasi kemerdekaan memang dibacakan di rumah Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Sebenarnya tempat awal pembacaan proklamasi yaitu di Lapangan Ikada. 

    Proses Pembuatan Bendera Merah Putih

    Ibu Fatmawati langsung yang menjahit bendera pusaka untuk digunakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

    Fatmawati merupakan istri dari Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Pada saat Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka itu, air matanya sering menetes.

    Cerita ini dijelaskan dalam sebuah buku yang berjudul “Berkibarlah Benderaku, Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka” yang ditulis oleh Bondan Winarno.

    Bondan Winarno sendiri menulis buku tersebut pada tahun 2003. Selain itu, proses penjahitan bendera pusaka dilakukan ketika Ibu Fatmawati masih berumur 21 tahun.

    Kala itu, ia sedang menunggu kelahiran bayi pertamanya yang bernama Guntur Soekarnoputra.

    Fatmawati menjahit bendera pusaka dengan sangat hati-hati dan telaten, padahal ia akan melahirkan anaknya dalam waktu dekat. 

    Mesin jahit yang digunakan berjenis Singer dan dikerjakan sendiri dengan kedua tangannya.

    Fatmawati menjelaskan dalam buku karya Bondan Winarno, bahwa dokter kandungannya tidak mengizinkan untuk menjahit dengan kaki.

    Sangat besar sekali perjuangan Fatmawati demi menjahit bendera pusaka untuk kemerdekaan Negara Indonesia. Ia rela memaksakan dirinya yang sedang mengandung untuk menjahit. 

    Namun ada sebuah kejadian pada tahun 1948, tepatnya di Yogyakarta. Ketika itu Mutahar membelah bendera merah putih menjadi dua bagian.

    Hal tersebut dilakukan Mutahar atas perintah langsung dari Ir Soekarno agar bendera tersebut dapat diselamatkan.

    Alasannya adalah karena keadaan yang tidak aman. Beberapa waktu kemudian, ketika keadaan sudah berangsung membaik, bendera dijahit kembali. 

    Bendera Pusah Tak Dikibarkan saat HUT RI

    Seperti yang sudah diketahui, bahwa setiap tanggal 17 Agustus, di Istana Negara digelar upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih.

    Namun ternyata yang dikibarkan setiap tahun itu bukan bendera pertama saat hari kemerdekaan tahun 1945.

    Bendera yang digunakan setiap tahun adalah duplikat dari yang dijahit oleh Ibu Fatmawati. Ternyata bendera pertama disimpan di museum.

    12 Agustus 1968, waktu dimana penyimpanan bendera merah putih di dalam museum dan tidak lagi digunakan setiap hari ulang tahun Indonesia.

    Walaupun disimpan di tempat yang terjaga dan aman, bendera tersebut tetap diperlihatkan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) sekaligus untuk menerima bendera duplikat. Baru setelah bendera dikibarkan, yang asli dikembalikan ke Presiden. 

    Sebenarnya, Adam Malik sudah meminta agar bendera asli tidak dikibarkan lagi sejak tahun 1967. Agar tidak ada yang mengira bahwa perayaan Hari Kemerdekaan tidak sah tanpa bendera pusaka asli. ***

    Latest articles

    Manfaat Olahraga Lari Bagi Tubuh

    Reportasee.com - Manfaat olahraga lari bagi tubuh. Lari merupakan salah satu olahraga yang paling banyak masyarakat gemari. Saat melakukan olahraga yang tidak memerlukan biaya yang...

    Cara Menghindari Iritasi Wajah saat Memakai Masker

    Reportasee.com - Cara Menghindari Iritasi Wajah saat Memakai Masker. Di tengah pandemi Covid-19, memakai masker saat keluar rumah harus anda lakukan untuk mencegah penularan. Namun,...

    Pantai Terbaik di Dunia yang Wajib Anda Kunjungi

    Reportasee.com - Inilah daftar Pantai Terbaik di Dunia yang Wajib Anda Kunjungi. Ya, pantai merupakan salah satu destinasi wisata pilihan banyak orang. Ternyata, banyak...

    1458 Mahasiswa Baru Ikuti BAMBA Mandiri Unigal

    Reportasee.com - Sebanyak 1458 orang mahasiswa baru kampus Universitas Galuh (Unigal) mengikuti kegiatan Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru atau BAMBA Mandiri Tahun Akademik (TA) 2020/2021,...

    Related articles

    Enable Notifications    OK No thanks