Astronom Temukan Alam Semesta Dalam Komputer

0
654
Astronom Temukan Alam Semesta Dalam Komputer
Foto : Alam Semesta

Reportasee.comAlam semesta telah ditemukan oleh para astronom baru-baru ini. Temuan itu berhasil mereka ungkap melalui super komputer dengan membiarkannya berevolusi.

Melansir dari Live Science, Senin (26/08/2019), alam semesta sebagian besar terdiri dari materi gelap pada akhir 1960-an.

Para ilmuwan berspekulasi tentang perannya dalam pembentukan galaksi dan kemampuan mereka untuk melahirkan bintang-bintang baru seiring waktu.

Menurut teori Big Bang, materi gelap mulai berkumpul bersama oleh kekuatan gravitasi menjadi awan besar yang disebut halo materi gelap.

Ketika halo tumbuh dalam ukuran, mereka menarik gas hidrogen untuk bergabung dan membentuk bintang-bintang dan galaksi.

Dalam teori ini, materi gelap bertindak sebagai tulang punggung galaksi, menentukan bagaimana mereka membentuk, bergabung dan berevolusi dari waktu ke waktu.

Asisten Profesor Astronomi Universitas Arizona, Peter Behroozi beserta timnya menemukan dan menciptakan alam semesta sendiri menggunakan super komputer sekolah.

Mereka mengerahkan 2.000 prosesor komputer bekerja tanpa jeda dalam rentang 3 minggu untuk mensimulasikan lebih dari 8 juta temuan uniknya.

“Di komputer, kita dapat membuat banyak semesta yang berbeda dan membandingkannya dengan yang sebenarnya. Hal itu memungkinkan kita menyimpulkan aturan mana yang mengarah pada yang kita lihat,” kata Behroozi.

Bagaimana Alam Semesta Tercipta?

Secara individual, setiap semesta mematuhi seperangkat aturan unik untuk membantu para peneliti memahami hubungan antara materi gelap dan evolusi galaksi.

Sementara simulasi mereka telah berfokus pada pemodelan galaksi tunggal atau menghasilkan alam semesta tiruan dengan parameter terbatas.

Program yang mereka kerjakan terus-menerus menciptakan jutaan galaksi, dan masing-masing dibiarkan berevolusi selama bertahun-tahun setelah teori Big Bang hingga saat ini.

Replika Alam Semesta

Pada proses pembuatan replika, Behroozi dan timnya membutuhkan daya komputasi yang tidak bisa dijelaskan.

Jadi mereka mempersempit fokus mereka ke 2 sifat utama galaksi yaitu massa gabungan bintang-bintang dan tingkat dimana mereka melahirkan galaksi yang baru.

“Mensimulasikan sebuah galaksi tunggal memerlukan 10 operasi komputasi ke-48,” kata Behroozi.

Semua komputer di Bumi yang digabungkan tidak dapat melakukan ini dalam ratusan tahun. Jadi untuk mensimulasikan 1 galaksi, mereka melakukannya secara berbeda. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here