Trending

Siswi SD Islamiyah 3 Aniaya Teman Sekelas Viral, Simak Tips Mencegahnya!

Kerap kali  kita mendengar anak sekolah yang terlibat kasus aniaya teman sekelas sendiri.

Jika mendengar berita tersebut, tentu saja terdengar miris sebab menjadi cerminan dari perilaku siswa sekolah itu sendiri.

Hal ini seperti yang belum lama viral di kalangan pengguna sosial media Indonesia.

Di mana kejadian tersebut terjadi di sekolah dasar Ternate Maluku Utara.

Siswa SD di  Ternate itu menjadi korban perundungan teman sekelasnya dengan cara memukul dan menendangnya.

Video kekerasaan tersebut pun menjadi viral di sosial media dan mengundang perhatian para pengguna sosial media.

Viral Video Siswi SD Aniaya Teman Sekelas

Dalam video viral siswa SD aniaya teman sekelas, tampak seorang siswi perempuan hanya dapat terduduk sambil menangis.

Terlihat juga siswi itu menutupi wajahnya ketika menjadi sasaran pukul dan tendang teman sekelasnya sendiri.

Kabarnya peristiwa tersebut terjadi di dalam ruang kelas SD Islamiyah Kota Ternate, hari Selasa 15 November 2022 lalu.

Berdasarkan keterangan dari sumber, perundungan terjadi lantaran korban tak memberikan jawaban soal kepada pelaku.

Video yang memperlihatkan aksi kekerasan ini pun kemudian viral usai terduga pelaku mempostingnya di sosial media.

Mengatasi Aksi Kekerasan di Sekolah

Kekerasan seperti yang terjadi dalam video siswi SD aniaya teman sekelas tentu saja berdampak terhadap korbannya.

Salah satu dampaknya adalah tentu mengganggu proses belajar mengajar yang terjadi setiap hari.

Selain itu kekerasan juga bisa menyebarkan rasa takut kepada anak-anak yang membuat mereka menjadi tidak nyaman selama di sekolah.

Supaya anak tidak menjadi korban, orang tua perlu untuk terlibat dalam melawan segala bentuk kekerasan yang terjadi di sekolah.

Kekerasan fisik di sekolah bisa terjadi dalam berbagai bentuk mulai dari verbal, fisik sampai virtual.

Pelaku kekerasaan di sekolah juga tak hanya menjalankan aksinya di kelas, namun bisa pula di perjalanan pergi ataupun pulang dari sekolah.

Para pelaku juga dapat melancarkan aksinya di acara besar sekolah ataupun tempat lainnya.

 Berikut ini ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua demi mengantisipasi bentuk kekerasan di sekolah.

Berbicara Kepada Anak Secara Terbuka

Terkadang anak-anak belum dapat atau tak berani mengutarakan pengalamannya usai menjadi korban kekerasan di sekolah.

Karena itulah jangan menunggu sampai anak mau berbicara.

Sebagai orang tua, Anda juga perlu mengambil inisiatif serta menanyakan secara langsung kepada anak.

Kalau anak mulai berani menceritakan pengalaman buruknya di sekolah, bantu dia untuk menenangkan diri.

Mengenali Perubahan Perilaku Pada Diri Anak

Para orang tua harus mengenal bagaimana perilaku anaknya setiap hari, sehingga bisa segera menyadari kalau ada perilaku anak yang berubah.

Jika sudah seperti itu, para orang tua juga bisa mengambil tindakan yang tepat demi mengatasi perubahan perilaku tersebut.

Kalau memang perilaku anak berubah, ajak mereka untuk mau berbicara secara terbuka.

Mintalah mereka agar jujur tentang apa yang terjadi di sekolah.

Bisa saja mereka sudah menjadi korban kekerasan di sekolah, atau tengah mendapat nilai ulangan yang  tidak bagus.

Jangan Takut Terlibat di Sekolah

Anda tak boleh takut atau merasa ragu untuk terlibat dalam melawan kekerasan yang terjadi di sekolah.

Orang tua dapat melaporkan semua bentuk kekerasan kepada pihak sekolah seperti guru ataupun wali kelas.

Bantuan yang berasal dari pihak sekolah bisa membantu mencari solusi dari kekerasan yang sudah terjadi selama ini.

Tentu saja tindakan video siswi SD aniaya teman sekelas bukanlah hal terpuji dan harus mendapat penanganan khusus agar tidak terjadi lagi.