28.4 C
Indonesia
Rabu, Desember 11, 2019
No menu items!

ADHA Wajib Ditolong, Bukan Dijauhi

Wajib Baca

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) sangat wajib kita tolong, bukan malah dijauhi. Sebab penderita penyakit itu bukan hanya 1 atau 2 insan saja, melainkan ratusan hingga ribuan jiwa yang tengah mengalaminya.

Mengutip dari laman Kompas.com, Senin (22/07/2019), musuh besar ADHA adalah stigma per individu yang hingga kini banyak kalangan enggan untuk mengobatinya. Padahal pengobatan rutin akan penyakit tersebut sangat penting dilakukan.

Menurut penelusuran beberapa wartawan Kompas.com di lapangan, masyarakat begitu enggan untuk berkecimpung dengan ADHA. Malah ada yang tak mau tahu betapa pentingnya pencegahan terkait hal itu.

Sejauh ini, tim Kompas.com berhasil mengungkap sebaran penyakit berbahaya pada masing-masing Provinsi berdasarkan data Kementrian Kesehatan mulai dari usia 0 hingga 14 tahun dan 15 hingga 19 tahun.

Sebaran ADHA

Dari data yang telah diungkap pada tahun 2018, ADHA yang berusia 0 hingga 14 tahun tercatat mengalami HIV sejumlah 1.447 dan yang positif AIDS sebanyak 324.

Sementara itu, ADHA yang berumur 15 hingga 19 tahun terdata 1.434 jiwa yang menderita HIV dan sebanyak 288 yang tengah menderita AIDS.

Dari data tersebut, apakah masyarakat tinggal diam untuk menolak pemberantasan penyakit berbahaya itu? Tentu kita sebagai insan yang peduli kesehatan, sangat wajib untuk bergerak lebih maju agar lingkungan di sekitar aman dari HIV/AIDS.

Masalah Utama pada Masyarakat

Tak semudah itu mengajak semua insan untuk memberantas penyakit berbahaya itu.

Faktanya, stigma untuk mencegah penyakit itu masih menjadi penghalang untuk mendekatkan diri demi terhindar dari HIV/AIDS.

Anehnya lagi, beberapa kalangan yang telah terbukti menderita penyakit itu tak kunjung rutin untuk berobat. Padahal, Pemerintah telah menyebar obat-obatan itu melalui bantuan internasional dan dana Anggaran Pajak Belanja Negara (APBN).

Rencana kedepan, pihak Kompas TV akan menampilkan serangkaian eksperimen sosial dan liputan terakit pentingnya ADHA pada Selasa (23/07/2019).

Tayangan ini sangat erat kaitannya dengan peringatan Hari Anak Se-Dunia.

Mungkin saja melalui tayangan ini, ada banyak masyarakat yang peduli tentang kesehatan terutama penderita penyakit berbahaya itu. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel terbarunya, X30, akan diumumkan pada...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -