ADHA Wajib Ditolong, Bukan Dijauhi

0
393
ADHA Wajib Kita Ditolong, Bukan Dijauhi
Foto : HIV/AIDS

Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) sangat wajib kita tolong, bukan malah dijauhi. Sebab penderita penyakit itu bukan hanya 1 atau 2 insan saja, melainkan ratusan hingga ribuan jiwa yang tengah mengalaminya.

Mengutip dari laman Kompas.com, Senin (22/07/2019), musuh besar ADHA adalah stigma per individu yang hingga kini banyak kalangan enggan untuk mengobatinya. Padahal pengobatan rutin akan penyakit tersebut sangat penting dilakukan.

Menurut penelusuran beberapa wartawan Kompas.com di lapangan, masyarakat begitu enggan untuk berkecimpung dengan ADHA. Malah ada yang tak mau tahu betapa pentingnya pencegahan terkait hal itu.

Baca:   Minuman Ini Wajib Dikonsumsi Para Perokok Aktif

Sejauh ini, tim Kompas.com berhasil mengungkap sebaran penyakit berbahaya pada masing-masing Provinsi berdasarkan data Kementrian Kesehatan mulai dari usia 0 hingga 14 tahun dan 15 hingga 19 tahun.

Sebaran ADHA

Dari data yang telah diungkap pada tahun 2018, ADHA yang berusia 0 hingga 14 tahun tercatat mengalami HIV sejumlah 1.447 dan yang positif AIDS sebanyak 324.

Sementara itu, ADHA yang berumur 15 hingga 19 tahun terdata 1.434 jiwa yang menderita HIV dan sebanyak 288 yang tengah menderita AIDS.

Baca:   Mikroba Telah Tersebar Dari Berbagai Jenis Makanan

Dari data tersebut, apakah masyarakat tinggal diam untuk menolak pemberantasan penyakit berbahaya itu? Tentu kita sebagai insan yang peduli kesehatan, sangat wajib untuk bergerak lebih maju agar lingkungan di sekitar aman dari HIV/AIDS.

Masalah Utama pada Masyarakat

Tak semudah itu mengajak semua insan untuk memberantas penyakit berbahaya itu.

Faktanya, stigma untuk mencegah penyakit itu masih menjadi penghalang untuk mendekatkan diri demi terhindar dari HIV/AIDS.

Baca:   Mikroba Telah Tersebar Dari Berbagai Jenis Makanan

Anehnya lagi, beberapa kalangan yang telah terbukti menderita penyakit itu tak kunjung rutin untuk berobat. Padahal, Pemerintah telah menyebar obat-obatan itu melalui bantuan internasional dan dana Anggaran Pajak Belanja Negara (APBN).

Rencana kedepan, pihak Kompas TV akan menampilkan serangkaian eksperimen sosial dan liputan terakit pentingnya ADHA pada Selasa (23/07/2019).

Tayangan ini sangat erat kaitannya dengan peringatan Hari Anak Se-Dunia.

Mungkin saja melalui tayangan ini, ada banyak masyarakat yang peduli tentang kesehatan terutama penderita penyakit berbahaya itu. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.