Adat Istiadat Jawa Timur yang Perlu Anda Ketahui

0
334
Adat Istiadat Jawa Timur yang Perlu Anda Ketahui

Reportasee.com,- Faktanya, adat istiadat Jawa Timur berserta sukunya telah terpengaruh oleh budaya Jawa Tengah dan Mataram. Hal ini bisa dikata bahwa pada zaman dulu daerah tersebut merupakan kekuasan Kesultanan Mataram.

Secara garis besar, daerah tersebut mencakup eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung) dan eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Magetan, Pacitan, Ponorogo da Ngawi).

Sedangkan budaya dan adat istiadatnya yang paling kental saat ini yaitu Ketoprak dan Wayang Kulit.

Hingga kini adat istiadat Jawa Timur telah banyak diketahui oleh daerah lain hingga mancanegara. Jadi tak heran apabila budaya tersebut dipopulerkan oleh masyarakat lain pada umumnya.

Dan tidak heran apabila budaya tersebut masih terkenal meski saat ini sudah banyak budaya baru.

Adat Istiadat Jawa Timur yang Perlu Anda Ketahui

Sejarah masuknya Islam yang menjadi adat istiadat Jawa Timur telah mencakup daerah barat seperti Lamongan, Tuban, dan Gresik.

Fakta yang perlu anda ketahui di ketiga kawasan tersebut yaitu adanya makam lima dari sembilan walisongo. Hingga kini masyarakat sekitar menyebutnya makan walilima.

Kawasan ini merupakan masuknya ajaran Islam yang pertama. Dan hingga kini ajaran tersebut terus berkembang pesat hingga banyak terbangun Pondok Pesantren ternama dan terkenal yang dipimpin langsung oleh para Wali dan Kiayi.

Baca: Profil Provinsi Jawa Timur Beserta Sejarahnya

Sedangkan adat yang berikutnya yaitu telah banyak suku dan budaya yang terdapat di daerah tapal kuda. Salah satu suku yang sering kita jumpai yaitu suku Jawa dan Madura.

Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, suku Osing juga turut menjadi suku ketiga yang berada di Kota Banyuwangi.

Berdasarkan sejarahnya adat istiadat ini masih kental dengan beberapa upacara adat. Yang mana upacara tersebut hingga kini banyak digunakan untuk acara tertentu seperti Tingkepan yaitu upacara sakral atau mendoakan kandungan yang tengah berusia tujuh bulan.

Adat istiadat yang selanjutnya yaitu Babaran, Sepasaran, Pitonan, Sunatan hingga Pacangan.

Ini merupakan tasyakuran yang biasa dilakukan atas diberikannya anugerah seorang bayi laki-laki atau perempuan. Hingga kini adat tersebut masih berlanjut di semua Kota Jawa Timur. ***

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here