Teknologi

12 Aplikasi Android Dilarang Google Karena Indikasi Penipuan

PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
pmb Unigal

Ada sejumlah aplikasi android yang dilarang Google dan kini sudah resmi terhapus di dalam layanan Google Play Store.

Jelas saja hal ini menjadi kabar yang mengejutkan mengingat layanan tersebut beberapa di antaranya merupakan aplikasi penting.

Para pengguna Google Play Store tentu harus mengetahui aplikasi android apa saja yang resmi dihapus.

Google Menghapus 12 Aplikasi Android Secara Resmi

Kalangan pengguna ponsel didesak untuk segera menghapus sebanyak 12 aplikasi android usai Google resmi melarangnya.

Diketahui Google sudah menghapus aplikasi dari Google Play Store secara resmi.

Adapun Google resmi menghapus aplikasi tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa mereka menipu para pengguna.

Aplikasi itu kabarnya menipu pengguna untuk menonton iklan tanpa berhenti.

Bahkan aplikasi itu juga mencoba mencuri data sensitive lewat apa yang disebut sebagai serangan phishing.

Masalah itu kemudian ditemukan oleh tim keamanan dunia maya dalam Dr.Web.

Kabarnya aplikasi tersebut mempengaruhi sederet aplikasi dengan beberapa di antaranya yang begitu populer.

Oleh karena itulah jumlah pengunduh aplikasinya sudah mencapai 5 juta kali oleh para pengguna android yang ada di seluruh dunia.

Untuk aplikasi pertama yang dihapus dari Google menjanjikan hadiah kepada para pengguna agar tetap aktif.

Kemudian semakin banyak pengguna yang berjalan dan berolahraga setiap hari.

Para pengguna itu kemudian semakin mendapatkan banyak poin untuk memperoleh hadiah secara gratis.

Sesudah itu para pengguna pun mencoba menguangkan hadiah yang sudah mereka dapatkan.

Sayangnya ketika para pengguna mencoba menguangkan hadiah tersebut, mereka justru diblokir.

Bahkan aplikasi tetap meminta atau mengklaim korban untuk terus menonton iklan tanpa mendapatkan imbalan apa pun.

Aplikasi Penipuan yang Diblokir

Tiga aplikasi semuanya memakai taktik yang sama dengan satu yang masih tersedia dalam Play Store.

Baca Juga :  Aplikasi Helo Penghasil Uang, Langsung Cair ke Saldo DANA

Hal ini menurut laporan dari The Express yang membongkar adanya aplikasi berbahaya dalam Google Play Store.

Apabila pengguna mempunyainya di dalam perangkat ponsel, mungkin harus mempertimbangkan untuk menghapusnya sesegera mungkin.

Sebagai informasi, berikut ini ada beberapa aplikasi yang harus dihapus oleh pengguna sesegera mungkin:

– Lucky Habit: aplikasi pelacakan kesehatan dengan unduhan 5 juta pengguna dan saat ini masih ada di Play Store.

– Walking Joy – mempunyai unduhan sampai 5 juta pengguna.

– Lucky Step – Walking Tracker memiliki unduhan  5 juta kali.

– Reflektor – 100 ribu jumlah unduhan.

– Golden Hunt – 100 ribu download.

– Seven Golden Wolf Blackjack – terdapat 100 ribu unduhan.

– Big Decisions – 50 ribu unduhan.

– Lucky Clover – 10 ribu download

– Jewel Sea – 10 ribu unduhan

Baca Juga :  Cara Top Up ShopeePay di Alfamart dan Indomaret

– Lux Fruits Game – 10 ribu download

– Unlimited Score – 50 ribu unduhan

– King Blitz – total 5 ribu unduhan.

Penipuan Berkedok Aplikasi yang Berbahaya

Berdasarkan informasi yang beredar, terkuak ada juga bundel aplikasi yang dihapus oleh server Google tersebut.

Menurut datanya, aplikasi berikutnya yang dihapus itu ternyata mencoba menyedot data pribadi lewat teknik phising.

Adapun phising terjadi ketika penyerang mencoba untuk mengelabui para pengguna.

Dengan demikian para pengguna bisa melakukan hal yang salah.

Maksud dari hal yang salah tersebut yaitu mengklik tautan yang buruk, mengunduh malware, ataupun mengarahkan pemain ke situs web penipuan.

Menurut analisa, beberapa aplikasi palsu itu didistribusikan dengan kedok perangkat lunak investasi, kuesioner, dan direktori.

Sementara itu aplikasi yang lain menggoda para pengguna dengan tawaran permainan sederhana serta adiktif.

Tak satupun dari fitur yang menarik itu benar-benar nyata untuk para pengguna.

Oleh sebab itu, para pengguna wajib berhati-hati dengan aplikasi android tersebut dan harap segera menghapusnya.  

Lanjutkan Membaca
Back to top button